PONTIANAK POST- Para menteri luar negeri negara anggota BRICS menyerukan dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Seruan tersebut tertuang dalam dokumen hasil Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri BRICS yang dipublikasikan pada Jumat.
Dalam dokumen itu, para menlu BRICS menegaskan bahwa Jalur Gaza merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki.
“Para menteri mengakui Jalur Gaza sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki.”
BRICS juga menekankan pentingnya penyatuan Tepi Barat dan Jalur Gaza di bawah Otoritas Palestina sebagai bagian dari upaya mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Selain itu, para menlu menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, termasuk hak mendirikan negara berdaulat sesuai aspirasi nasional mereka.
Dalam pernyataan tersebut, komunitas internasional juga diminta terus memberikan dukungan kepada Otoritas Palestina yang sedang menjalankan reformasi guna memenuhi harapan rakyat Palestina atas kemerdekaan dan kedaulatan.
Para menlu BRICS turut mendesak dilaksanakannya gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat di Jalur Gaza serta penarikan penuh pasukan Zionis Israel dari wilayah tersebut.
“Para menteri mendesak semua pihak terlibat dengan niat baik dalam negosiasi lebih lanjut untuk mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh personel Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain di Wilayah Palestina yang Dijajah,” demikian isi pernyataan bersama itu.
Selain menyerukan penghentian konflik, BRICS juga meminta pembebasan seluruh sandera serta menjamin distribusi bantuan kemanusiaan berlangsung secara berkelanjutan tanpa hambatan. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas