PONTIANAK POST - Hingga sepekan jelang Idul Fitri, Bandar Udara (Bandara) Pangsuma di Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu tidak mengalami lonjakan penumpang mudik lebaran, aktivitas masih berjalan normal.
Namun meskipun begitu, pihak Bandara tetap mempersiapkan diri untuk untuk masyarakat yang ingin mudik lebaran Rute Putussibau-Pontianak.
"Kami sudah siap pelaksanaan arus lebaran tahun 2026. Kesiapan yang ada itu peralatan, gedung terminal serta personil yang bertugas selalu siap melaksanakan angkutan mudik lebaran, " kata Kukuh Dwi Pramugi Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Jumat (13/3).
Meskipun demikian, kata Kukuh, Bandara Pangsuma Putussibau telah mempersiapkan diri dalam meningkatkan pelayanan dan pengamanan dalam rangka mudik Lebaran 2026.
"Selain meningkatkan pelayanan, kami juga menyediakan pos terpadu pengamanan bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait seperti TNI dan Polri," jelasnya.
Kukuh mengatakan, untuk penambahan maskapai penerbangan sendiri, di Bandara Pangsuma Putussibau ini hingga saat ini belum ada karena belum ada penambahan jam terbang.
"Jam terbang maskapai penerbangan disini hanya seminggu 3 kali yakni di hari Selasa, Kamis dan Sabtu," ujarnya.
Untuk lonjakan penumpang arus mudik lebaran, hingga saat ini belum ada, dan mengacu pada tahun sebelumnya untuk mudik jelang lebaran biasanya memang tidak ada lonjakan penumpang.
"Bahkan pada saat H-8 dan H+8 Natal dan Tahun Baru saja kemarin, penumpang pesawat itu rata-rata hanya berjumlah 50 orang sementara kapasitas pesawat itu bisa menampung 72 orang. Dan ini akan terjadi juga pada lebaran tahun 2026 ini," ujarnya.
Kukuh melihat bahwa masyarakat lebih memilih mudik lebaran menggunakan jalur darat. Mungkin ini dikarenakan pengaruh harga tiket pesawat yang mencapai Rp1,7 juta.
Kukuh tak menampik jika tingginya harga tiket pesawat ini sering di keluhkan masyarakat, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena masalah tiket itu wewenangnya dari maskapai Airlines itu sendiri.
"Kami hanya melakukan pelayanan dan pengoperasian di Bandara saja, " ucapnya.
Dirinya pun berharap kepada masyarakat yang ingin mudik lebaran menggunakan pesawat, agar di prepare lebih awal untuk barang bawaan bagasinya serta hindari barang bawaan yang dilarang di Bandara.
"Kita harapkan juga penumpang datang ke Bandara sesuai dengan aturan berlaku, jangan mepet waktu sehingga penumpang tidak ketinggalan pesawat," ujarnya.
Sementara itu Watan warga Kapuas Hulu menyampaikan bahwa pada tahun ini, dirinya memilih menggunakan angkutan darat yakni Bus untuk mudik lebaran ke Pontianak ketimbang naik pesawat karena harga lebih terjangkau.
"Kalau kita naik Bus hanya Rp400-500 ribu. Lumayan untuk di kantong," ujarnya.
Dia mengatakan, untuk naik pesawat mudik lebaran menggunakan pesawat tentunya sangat berat dengan harga Rp1,7 juta.
"Kita ingin juga sebenernya mudik lebaran tahun ini naik pesawat, tapi dengan harga selangit kita juga pikir-pikir juga," ucapnya.
Sebagai masyarakat, dirinya berharap untuk harga tiket pesawat di Bandara Pangsuma Putussibau dapat diturunkan kembali jangan sampai mahal seperti itu.
"Kita berharap dari Pemerintah Pusat dapat kembali mengatur harga tiket pesawat tersebut," harapnya.
Untuk Bandara Pangsuma Putussibau saat ini hanya ada satu maskapai penerbangan rute Putussibau-Pontianak dan sebaliknya Pontianak-Putussibau yaitu Wings Air ATR 72.
Untuk diketahui, Bandara Pangsuma Putussibau terletak di Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia. (fik)
Editor : Miftahul Khair