PONTIANAK POST - Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara menggelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional serta Jambore Pelajar Pelopor se-Kabupaten Kayong Utara Pantai Pulau Datok, diantaranya menggunakan pelataran UMKM Kios Kuliner di daerah tersebut selama tiga hari 3 hari.
Digelarnya kegiatan tersebut mendapat respon para pelaku usaha selama ini menggunakan tempat tersebut, lantaran harus tutup mulai 9 hingga 11 Mei 2025. Salah satu pelaku usaha Amat, menyayangkan kebijakan yang justru mematikan potensi penghasilan di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat karena adanya event.
“Momen seperti ini seharusnya menjadi berkah bagi kami. Event besar tidak terjadi setiap hari. Tapi justru kami diminta tutup. Padahal kawasan pantai ini masih luas dan bisa dipakai tanpa harus mengganggu tempat jualan kami,” ujar Amat, Jumat (9/5). Amat menyebutkan, pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, ia bisa meraup omzet kotor Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per malam. Sementara pada hari biasa pendapatannya berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.
“Kalau ada event besar, pendapatan kami bisa bertambah besar. Tapi ya mau bagaimana lagi, ini keputusan pemerintah. Yang lebih menyedihkan, setelah kegiatan usai, kami yang harus membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan peserta,” timpalnya.
Sementara diketahui kegiatan tersebut mengambil lokasi di area wisata Pantai Pulau Datok, yang secara resmi disetujui oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kayong Utara. Hal ini tertuang dalam surat Kepala Dinas Perhubungan Kayong Utara.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kayong Utara, Muhammad Idham, menjelaskan keberadaan UMKM di Kios Kuliner Pantai Pulau Datok bersifat sementara. Sejak awal, telah ada perjanjian bahwa lokasi tersebut dapat digunakan untuk kegiatan pemerintah. “Sebenarnya tempat itu belum permanen. Kami hanya memfasilitasi UMKM di sana. Kalau ada kegiatan pemerintah, ya harus diutamakan. Biasanya teman-teman UMKM bergeser ke luar kanopi atau ke tepian,” ujar Idham.
Ia menambahkan, para pedagang sudah bisa kembali berjualan saat malam Minggu karena kegiatan pemerintah hanya berlangsung pada jam-jam penyampaian materi. “Kemungkinan malam Minggu sudah bisa digunakan lagi. Apalagi cuaca juga sudah mendukung,” tutupnya. (dan)
Editor : Hanif