PONTIANAK POST - Menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Kayong Utara resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan bertajuk "Keselamatan Kapuas-2026".
Dimulainya operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Kayong Utara. Mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat 2026", kegiatan ini menjadi garda terdepan dalam menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Kalimantan Barat.
Apel dipimpin langsung oleh Wakapolres Kayong Utara, Kompol Dr. Denny Satria, S.Pd., S.H., M.H., yang mewakili Kapolres.
Denny mengatakan, kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel menjadi simbol resmi dimulainya tugas kemanusiaan ini, yang akan berlangsung selama 14 hari kedepan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
"Keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan mendasar. Tingginya angka kecelakaan menuntut langkah nyata melalui Operasi Keselamatan untuk menekan risiko dan fatalitas korban," tegas Kompol Dr. Denny Satria, kemarin.
Berbeda dengan operasi penegakan hukum murni, Operasi Keselamatan Kapuas 2026 akan lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Sebanyak 765 personel dikerahkan di seluruh jajaran Polda Kalbar untuk memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
"Terdapat lima poin penekanan bagi personel yang bertugas di lapangan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menjadi contoh tertib berlalu lintas serta bersikap humanis dan empati. Membangun kerja sama harmonis dengan seluruh stakeholder. Memanfaatkan media sosial dan platform kreatif untuk pesan keselamatan. Menjaga keselamatan diri dan rekan selama bertugas di jalan raya,"kata dia.
Selanjutnya ia berpesan, operasi itu diharapkan dapat menjadi pondasi yang kuat sebelum memasuki Operasi Ketupat 2026 (pengamanan mudik Lebaran). Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat sejak dini, diharapkan arus mudik dan balik nantinya dapat berjalan dengan zero accident atau minimalisir kecelakaan.
"Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh personel kepolisian, tetapi juga menunjukkan sinergi kuat antar instansi dengan kehadiran perwakilan dari Koramil Sukadana, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Satpol PP,"kata dia.
Sementara, berdasarkan data yang ada saat ini tentang kecelakaan lalulintas di Kalbar sangat memprihatinkan sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 1.378 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Kalimantan Barat, dengan rincian, Meninggal Dunia: 421 Jiwa, Luka Berat, 693 Orang Luka Ringan: 1.357 Orang, dan Kerugian Materiil Mencapai ± Rp 6,6 Miliar. (dan)
Editor : Hanif