PONTIANAK POST – Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Teluk Batang, Aksar, melakukan pemantauan aktivitas di Pelabuhan Sungai Teluk Batang menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga saat ini, aktivitas penumpang terpantau masih relatif lengang.
Aksar memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang di Pelabuhan Teluk Batang justru lebih sering terjadi pada saat arus balik.
Guna mengantisipasi hal tersebut, UPP Kelas III Teluk Batang mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh nakhoda dan operator kapal. "Kapal tidak diperbolehkan mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Selain itu, jumlah dan kelengkapan alat keselamatan wajib sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Aksar, belum lama ini.
Aksar menambahkan bahwa jajarannya telah melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check terhadap seluruh kapal sungai yang akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran (Angleb). Langkah ini diambil untuk menjamin aspek keamanan selama pelayaran.
“Petugas marine inspector kami telah melakukan ramp check. Kami benar-benar menerapkan prinsip zero accident dan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keselamatan,” tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun 2026 ini, pihak UPP melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, TNI/Polri, Basarnas, BMKG, KKP Pos Teluk Batang, hingga PPP Teluk Batang.
Pada hari yang sama, dilaksanakan pula pembukaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H secara nasional. Posko tersebut dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara daring dari Jakarta yang diikuti oleh seluruh kantor otoritas pelabuhan di Indonesia.
Kehadiran posko ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi di lapangan guna memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik yang menggunakan jasa transportasi air. (dan)
Editor : Hanif