Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sarapan Sebelum Jam 08.30 Disebut Bisa Turunkan Gula Darah, Ini Penjelasan Penelitiannya

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:48 WIB
Ilustrasi penelitian menyebut sarapan lebih pagi dapat menurunkan kadar gula. (MAGNIFIC)
Ilustrasi penelitian menyebut sarapan lebih pagi dapat menurunkan kadar gula. (MAGNIFIC)

 

PONTIANAK POST - Dokter sekaligus pegiat edukasi kesehatan, Adam Prabata, membagikan hasil penelitian mengenai kaitan waktu terbaik sarapan dengan metabolisme gula darah.

Dalam unggahan di platform X pada (6/5), ia mengungkapkan bahwa sarapan lebih pagi disebut berkaitan dengan kadar glukosa darah yang lebih rendah serta sensitivitas insulin yang lebih baik.

Sarapan Lebih Pagi Baik untuk Metabolisme Gula

Melalui unggahannya, dr Adam Prabata mengaku mulai berusaha sarapan sebelum pukul 08.30 pagi setelah membaca sebuah jurnal ilmiah terkait pola makan dan kesehatan metabolik.

Baca Juga: Menu Sarapan Sehat ala Menkes Budi Gunadi Sadikin: Murah, Praktis, dan Bergizi

“Gua berusaha sarapan sebelum jam 08:30 pagi setelah baca jurnal ini,” tulisnya.

Ia menjelaskan, ada sebuah penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara waktu asupan nutrisi pertama dengan kondisi metabolisme gula seseorang.

“Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi sarapan sebelum pukul 08:30 menunjukkan kadar glukosa darah yang lebih rendah serta peningkatan sensitivitas insulin dibandingkan mereka yang menunda waktu makan,” tulis dr Adam.

Baca Juga: Cara Membuat Overnight Oats, Menu Sarapan Sehat Praktis Tanpa Ribet

Menunda Makan Bisa Ganggu Kerja Insulin

Dalam penjelasannya, dr Adam menyebut penundaan makan atau puasa berkepanjangan dapat memicu peningkatan kadar asam lemak bebas di dalam darah. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu mekanisme kerja insulin dalam tubuh.

“Secara fisiologis, penundaan asupan makanan (puasa berkepanjangan) dapat memicu peningkatan kadar asam lemak bebas (free fatty acids) dalam sirkulasi darah,” tulisnya lagi.

Ia melanjutkan, peningkatan asam lemak bebas tersebut dapat mengganggu persinyalan insulin pada jaringan hati dan otot.

“Kondisi ini berpotensi mengganggu mekanisme persinyalan insulin pada jaringan hepatik dan otot skeletal,” jelasnya.

Sinkronisasi Waktu Makan dan Ritme Tubuh

Selain faktor metabolisme, dr Adam juga menyoroti pentingnya sinkronisasi waktu makan dengan irama sirkadian tubuh.

Menurutnya, pola makan yang sesuai dengan jam biologis tubuh dapat membantu mengoptimalkan sekresi insulin.

Baca Juga: Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Sehat, Cegah Risiko Serangan Stroke Berulang

“Selain itu, sinkronisasi antara waktu makan dengan irama sirkadian tubuh berperan krusial dalam mengoptimalkan pola sekresi insulin,” pungkasnya.

Editor : Miftahul Khair
#waktu terbaik sarapan #metabolisme tubuh #gula darah