PONTIANAK POST - Kekhawatiran mengenai demam setelah imunisasi dan jadwal vaksin yang terlewat masih sering menjadi pertanyaan orang tua. Padahal, kedua kondisi tersebut umumnya dapat diatasi dengan baik.
Dokter spesialis anak Mayapada Hospital Surabaya, dr Cyrilus Clive Steward Susilo SpA CBCFF AIFO-K, menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu panik jika menghadapi situasi tersebut.
Demam Setelah Imunisasi Umumnya Ringan
Baca Juga: Jangan Tertipu Penampilan Sehat, Anak Tetap Perlu Vaksin
Menurut dr Cyrilus, demam merupakan salah satu efek samping yang dapat muncul setelah imunisasi.
"Demam bisa terjadi sebagai efek samping, tetapi umumnya ringan dan hanya berlangsung 1–2 hari," ujarnya dikutip dari Jawapos.
Ia menjelaskan bahwa respons setiap anak bisa berbeda. Ada yang tidak mengalami demam, hanya terasa hangat, atau mengalami demam yang lebih tinggi.
Baca Juga: Fakta dan Mitos Imunisasi yang Perlu Diketahui Orang Tua
Demam Vaksin Berbeda dengan Infeksi
Dr Cyrilus menegaskan bahwa demam setelah imunisasi berbeda dengan demam akibat infeksi penyakit.
"Namun, demam akibat vaksin berbeda dengan demam karena infeksi."
Jika diperlukan, orang tua dapat memberikan kompres atau obat penurun demam sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Cakupan Imunisasi Kalbar Masih Rendah, Anak Rentan Penyakit dan Risiko KLB Meningkat
Imunisasi yang Terlambat Masih Bisa Dikejar
Keterlambatan jadwal imunisasi juga bukan berarti anak kehilangan kesempatan mendapatkan perlindungan.
"Masih bisa dalam banyak kasus. Ada yang disebut dosis catch-up atau kejar."
Menurutnya, anak yang terlambat imunisasi tetap dapat melanjutkan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter. Bahkan, beberapa jenis imunisasi masih dapat diberikan hingga usia remaja maupun dewasa.
Karena itu, orang tua disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menyesuaikan jadwal imunisasi yang tertunda. (*
Editor : Chairunnisya