PONTIANAK POST - Manicure gel menjadi pilihan banyak orang karena hasilnya tahan lama dan tampak rapi.
Namun, penggunaan lampu UV secara berulang tetap perlu disikapi dengan bijak agar paparan sinar ultraviolet dapat diminimalkan.
Dilansir dari Jawapos, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Royal Surabaya, dr Agustina Tri Pujiastuti SpDVE FINSDV, menyebut paparan sinar UVA tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit, tetapi juga dapat mempercepat proses penuaan kulit.
Baca Juga: Kenali Gejala Awal Kanker Kulit, Jangan Abaikan Perubahan pada Kulit dan Kuku
Paparan UVA Mempercepat Penuaan Kulit
Menurut Agustina, sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan UVB.
"Sinar UVA merusak kolagen dan serat elastin kulit. Akibatnya muncul keriput, flek, kulit menjadi kurang elastis, dan terjadi proses penuaan kulit lebih cepat," kata Agustina.
Karena itu, ia menyarankan agar penggunaan lampu UV manicure tidak dilakukan terlalu sering.
Baca Juga: Benarkah Lampu UV Manicure Gel Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Kulit? Ini Penjelasan Dokter
"Prinsipnya adalah keep it as low as reasonably achievable. Sebaiknya dilakukan sesekali saja, misalnya untuk acara tertentu. Kalau memungkinkan, lebih baik kuku dikeringkan secara alami daripada menggunakan lampu UV," tegasnya.
Gunakan Tabir Surya Sebelum Manicure
Selain mengurangi frekuensi penggunaan lampu UV, Agustina juga menyarankan penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 sekitar 20 menit sebelum menjalani manicure.
Baca Juga: Ini Kelompok yang Lebih Rentan Mengalami Kerusakan Kulit akibat Sinar UVA
Menurutnya, perlindungan tambahan juga dapat dilakukan dengan memakai sarung tangan khusus yang hanya menyisakan bagian kuku terbuka.
"Penggunaan sarung tangan khusus yang hanya menyisakan bagian kuku terbuka juga dapat menjadi perlindungan tambahan untuk mengurangi paparan sinar UV secara langsung," paparnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, paparan sinar UVA saat menjalani manicure gel dapat dikurangi sehingga kulit tangan tetap lebih terlindungi. (*)
Editor : Chairunnisya