PONTIANAK POST - Banyak orang merasa tubuh menjadi lebih segar dan nyaman setelah mandi air kembang.
Kondisi tersebut ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh air hangat, tetapi juga respons alami tubuh terhadap aroma bunga dan suasana yang menenangkan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa persepsi nyeri tidak hanya dipengaruhi oleh obat, tetapi juga oleh cara otak merespons berbagai rangsangan.
Baca Juga: Benarkah Mandi Air Kembang Bermanfaat bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Aroma Bunga Memengaruhi Respons Otak
Menurut Mangestuti, saat seseorang menikmati aroma bunga, berendam dalam air hangat, dan berada dalam suasana yang tenang, otak akan melepaskan zat kimia yang berperan terhadap kesehatan dan kesejahteraan.
Hormon endorfin dan serotonin yang dilepaskan tubuh dapat meningkatkan ambang rasa nyeri sehingga keluhan pegal maupun nyeri otot terasa berkurang meskipun penyebabnya belum benar-benar hilang.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Karena itu, mandi air kembang terbukti mampu menghadirkan rasa nyaman, tetapi bukan untuk mengobati cedera maupun nyeri sendi.
Membantu Mengurangi Kelelahan Mental
Mangestuti menjelaskan bahwa rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik.
Kelelahan mental akibat stres juga dapat memicu ketegangan otot, sakit kepala, leher kaku, gangguan tidur, hingga rasa lelah berkepanjangan.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Aroma bunga dinilai mampu membantu menghentikan siklus stres tersebut.
Saat tubuh menjadi lebih rileks, otot ikut mengendur, pernapasan menjadi lebih tenang, dan persepsi terhadap rasa lelah ikut berkurang.
Karena itulah, mandi air kembang banyak dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk membantu memulihkan kondisi fisik dan mental setelah menjalani aktivitas sehari-hari. (*)
Editor : Chairunnisya