PONTIANAK POST - Tradisi mandi menggunakan air mawar masih bertahan hingga sekarang di berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi bagian dari sejumlah tahapan kehidupan, air mawar juga banyak dimanfaatkan dalam perawatan tubuh karena memberikan sensasi segar dan menenangkan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa penggunaan air mawar dalam mandi kembang memiliki dasar yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Baca Juga: Aroma Bunga Ternyata Memengaruhi Otak dan Membantu Meredakan Rasa Lelah
Air Mawar Mendukung Relaksasi Fisik dan Mental
Menurut Mangestuti, budaya Indonesia telah lama mengenal mandi air kembang mawar sebagai bagian dari berbagai tahapan kehidupan, termasuk menjelang pernikahan.
Pengetahuan modern, lanjutnya, menunjukkan bahwa perpaduan air hangat, senyawa aromatik mawar, meningkatnya sirkulasi darah, berkurangnya ketegangan otot, serta respons sistem saraf mampu menciptakan kondisi restorasi fisik dan mental.
Baca Juga: Cantik dan Menyehatkan: Khasiat Mawar untuk Redakan Nyeri Haid dan Stres
Kombinasi tersebut membuat tubuh terasa lebih rileks setelah berendam menggunakan air mawar.
Tetap Digunakan di Berbagai Spa
Mangestuti mengatakan air mawar menjadi salah satu contoh pemanfaatan bahan alam yang dapat mendukung kesehatan melalui berbagai mekanisme yang saling melengkapi dengan pola hidup sehat.
Karena manfaat tersebut, rendaman bunga mawar segar hingga kini masih banyak digunakan sebagai bagian dari perawatan berendam di berbagai spa di Indonesia.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Menurutnya, penggunaan air mawar menunjukkan bahwa bahan alam tetap memiliki tempat dalam praktik perawatan tubuh yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan relaksasi. (*)
Editor : Chairunnisya