PONTIANAK POST - Makanan hasil olahan mikroorganisme makin populer di kalangan pecinta gaya hidup sehat.
Kimchi dan yoghurt adalah dua contoh yang tepat untuk memahami beda antara istilah fermentasi dan probiotik. Karena keduanya melibatkan mikroorganisme hidup.
Keduanya juga baik untuk kesehatan tubuh seperti meningkatkan kerja sistem imunitas.
Baca Juga: Probiotik dan Mikrobiom Usus, Begini Hubungannya dengan Kesehatan Tubuh
Hubungan Antara Proses Fermentasi dan Probiotik
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menyatakan meskipun sering kali dianggap sama oleh awam, proses pengolahan dan jenis mikroorganisme yang terlibat memegang peranan penting dalam menentukan status suatu makanan.
Pada proses fermentasi digunakan bakteri probiotik. Namun, tidak semua makanan fermentasi identik dengan makanan probiotik.
Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik untuk Pencernaan, Imunitas, dan Penyerapan Nutrisi Secara Optimal
Probiotik adalah mikro organisme hidup, terutama berupa bakteri baik dan ragi, yang bermanfaat bagi ke sehatan ketika dikonsumsi da lam jumlah yang cukup.
Syarat Makanan Hasil Fermentasi Disebut Probiotik
Keberadaan bakteri saja tidak cukup untuk melabeli sebuah hidangan olahan sebagai sumber probiotik yang efektif. Kepastian mengenai identitas jenis mikroorganisme menjadi syarat utamanya.
Baca Juga: Resep Sambal Probiotik ala Menkes Budi Gunadi Sadikin, Pedas Sehat dengan Tempe
Makanan fermentasi yang mengandung bakteri tapi tidak diketahui jenisnya, tidak dapat digunakan sebagai sumber probiotik. (*)
Editor : Chairunnisya