Manfaat Yoghurt Bagi Penderita Intoleransi Laktosa Menurut Pakar Farmakognosi Unair

Chairunnisya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:56 WIB
Soda diet dan yoghurt rendah kalori bisa mengandung pemanis buatan yang berisiko mempercepat penuaan otak. (Foto: Freepik/fabikasimf)
Soda diet dan yoghurt rendah kalori bisa mengandung pemanis buatan yang berisiko mempercepat penuaan otak. (Foto: Freepik/fabikasimf)

PONTIANAK POST - Susu olahan dengan cita rasa asam yang khas ini terus digemari karena kelezatan dan manfaat nutrisinya. Yoghurt adalah makanan probiotik.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menyebutkan alasannya, fermentasi yoghurt secara tradisional melibatkan dua bakteri baik yang hidup, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus.

Keduanya bekerja secara sinergis, menggunakan bahan utama susu yang mengandung laktosa atau disebut gula susu.

Baca Juga: Ini Cara Memahami Beda Makanan Fermentasi dan Probiotik Demi Kesehatan Tubuh Kita

Bakteri memanfaatkan laktosa dan menghasilkan asam laktat yang terakumulasi dan menyebabkan pH susu turun. Penurunan pH menyebabkan protein susu, terutama kasein, mengalami perubahan struktur dan membentuk jaringan gel.

Inilah yang menghasilkan tekstur yoghurt yang lebih kental dibandingkan susu. Jadi rasa asam dan tekstur yoghurt berasal dari aktivitas mikroorganisme.

Solusi Nutrisi Bagi Penderita Intoleransi Laktosa

Perubahan kimiawi saat pembuatan olahan susu ini memberikan angin segar bagi mereka yang kesulitan mencerna gula susu alami.

Baca Juga: Cuka Apel dan Fermentasi, Mengapa Produk Ini Berbeda dari Yoghurt?

Salah satu perubahan penting selama fermentasi adalah berkurangnya laktosa karena digunakan oleh bakteri, dan ini perlu bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa.

Laktosa memerlukan enzim laktase untuk memecahnya menjadi molekul gula biasa agar mudah diserap usus.

Pada keadaan intoleransi, tubuh tidak menghasilkan cukup enzim laktase, sehingga laktosa yang tidak dicerna itu akan dicerna bakteri di usus besar yang memicu pembentukan gas, kembung, dan nyeri lambung.

Baca Juga: Makanan Fermentasi Tak Sekadar Lezat, Ini Manfaatnya bagi Pencernaan dan Imunitas

Yoghurt sering kali lebih mudah dikonsumsi orang yang mengalami intoleransi laktosa, karena bakteri fermentasi menghasilkan enzim yang membantu metabolisme laktosa.

Tetap waspada, karena tidak semua yoghurt bebas laktosa, tergantung produk dan proses pembuatannya.

Dampak pada Sistem Imun dan Kajian Penyakit Metabolik

Selain keramahan nutrisinya pada sistem pencernaan, yoghurt menyimpan potensi biologis yang berdampak luas bagi pertahanan tubuh. Selama fermentasi, protein susu mengalami pemecahan yang menghasilkan peptida.

Baca Juga: Air Beras Fermentasi Berpotensi Menjaga Keseimbangan Bakteri Baik di Usus

Aktivitas biologis peptida sedang diteliti, termasuk kemungkinan manfaat pada perlindungan sistem kar diovaskular (2020).

Khasiat yang menarik adalah hubungan yoghurt dan sistem kekebalan tubuh. Mikroorganisme dan komponen makanan dapat berinteraksi dengan jaringan limfoid pada saluran pencernaan, dan interaksi ini di tengarai me ningkat kan kerja sistem imunitas.

Meski kaya manfaat, penafsiran terhadap khasiat media pengobatan tetap harus didasarkan pada riset yang teruji.

Kewaspadaan pada klaim efek penyembuh yoghurt perlu dilakukan. Memang, berbagai penelitian menunjukkan bukti yoghurt membantu perbaikan beberapa parameter penyakit meta bolik, seperti penurunan kadar gula darah.

Baca Juga: Natto dan Miso Produk Fermentasi Kedelai yang Banyak Diteliti

Namun, bukti ini belum cukup untuk dikaitkan dengan peran langsung yoghurt dalam penyembuhan (2025). (*)  

Editor : Chairunnisya
manfaat yoghurt intoleransi laktosa asam laktat penyakit metabolik sistem kekebalan tubuh