PONTIANAK POST - Guna menjaga kelancaran distribusi serta ketersediaan BBM dan LPG secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melaksanakan audiensi dengan PT. Pertamina Patra Niaga di Kantor Sales Area Retail Kalimantan Barat, Kamis (16/7). Kehadiran bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang disambut langsung oleh Sales Area Manager Kalimantan Barat PT Pertamina Patra Niaga, Widhi Tri Adhi Hidayat.
Audiensi berlangsung dalam suasana yang hangat dan konstruktif sebagai wujud komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan PT. Pertamina Patra Niaga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan distribusi energi kepada masyarakat, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kendala yang dapat memengaruhi kelancaran penyaluran BBM dan LPG. Dalam pertemuan tersebut, PT. Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pelayanan penyaluran BBM dan LPG di Kabupaten Ketapang, termasuk melalui berbagai langkah mitigasi guna memastikan distribusi tetap berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
Alex menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus mengawal ketersediaan BBM dan LPG sebagai kebutuhan strategis masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas perekonomian daerah.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik, Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
"Untuk itu, kami akan melakukan pencermatan terhadap realisasi penyaluran BBM dan LPG sebagai dasar penyusunan usulan kebutuhan riil daerah kepada Pemerintah Pusat," ungkap Alex.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan mengusulkan penambahan kuota BBM dan LPG kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sehingga alokasi yang diberikan dapat semakin selaras dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat dan perkembangan wilayah Kabupaten Ketapang. Sebagai upaya meningkatkan pemerataan akses pelayanan energi, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga telah mengusulkan sejumlah lokasi baru untuk pembangunan SPBU 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di beberapa wilayah Kabupaten Ketapang.
"Kehadiran SPBU 3T ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, memperluas jangkauan distribusi BBM, serta meningkatkan akses masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan," harap Alex.
Di sektor perikanan, lanjut Alex, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga akan mengusulkan penambahan kuota BBM untuk SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) guna mendukung aktivitas para nelayan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengusulkan peningkatan kapasitas tangki penyimpanan maupun pembangunan fasilitas Jobber BBM baru di Kabupaten Ketapang guna memperkuat keandalan sistem distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan energi di daerah.
"Saya mengapresiasi PT. Pertamina Patra Niaga atas komitmen yang telah diberikan serta berharap koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan Pertamina terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi komitmen PT Pertamina Patra Niaga yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang juga akan terus memperjuangkan penambahan kuota BBM dan LPG, pembangunan SPBU 3T, penguatan layanan bagi nelayan melalui penambahan kuota SPBUN, serta peningkatan kapasitas distribusi BBM di Kabupaten Ketapang.
"Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang memperoleh akses energi yang mudah, merata, dan berkelanjutan," ujarnya.Baca Juga: PM Singapura Dukung Penambahan Penerbangan Langsung ke Indonesia, Soroti Rute Singapura–Pontianak
Pada kesempatan tersebut, Alex juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM dan LPG secara bijaksana sesuai peruntukannya. Kepada para penjual eceran, dia mengimbau agar menjual BBM dan LPG dengan harga yang wajar serta tidak mengambil keuntungan yang berlebihan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik. (afi)
Editor : Miftakhair