BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem hingga Oktober 2026, Bupati Ketapang Alexander Wilyo Serukan Warga Lebih Waspada

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:38 WIB
Alexander Wilyo, mengimbau seluruh masyarakat Ketapang untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem.  (ISTIMEWA)
Alexander Wilyo, mengimbau seluruh masyarakat Ketapang untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengimbau seluruh masyarakat Ketapang untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem sepanjang tahun 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan Ketapang berada dalam status siaga kekeringan serta siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Alex mengatakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September dan diperkirakan berakhir pada Oktober 2026. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi terjadinya kekeringan maupun Karhutla apabila tidak diantisipasi sejak dini.

‎"MarI kita tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun ini. Pencegahan jauh lebih penting agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin luas," ajak Alex.

Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Hadapi El Nino Terus Dilakukan di Kalbar, Diprediksi Lebih Kering Mulai September

Alex menyampaikan lima langkah penting yang perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat. Pertama, masyarakat diminta melakukan tata kelola penggunaan air secara bijak dan efisien guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.

‎Kedua, masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana asap serta berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat.

‎Ketiga, masyarakat diminta mewaspadai berbagai sumber api, termasuk puntung rokok maupun api kecil lainnya yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang mulai mengering akibat musim kemarau.

‎Keempat, bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi setiap imbauan pemerintah yang disampaikan melalui berbagai saluran informasi, baik media massa, radio, baliho maupun media informasi resmi lainnya, sehingga upaya mitigasi bencana dapat berjalan secara efektif.

Baca Juga: Karhutla Ketapang: Api Terus Menjalar, Petugas Hadapi Gambut Kering dan Asap Pekat

‎Kelima, apabila terjadi kondisi darurat, kebakaran, maupun bencana yang tidak dapat ditangani secara mandiri, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

‎"Mari kita tingkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang," pungkasnya. (afi)

Editor : Miftakhair
BMKG El Nino Kalbar kemarau ekstrem kekeringan karhutla warga waspada bencana