PONTIANAK POST – Nasib Tragis menimpa seorang ibu rumah tangga bernama US (54), warga Dusun Keramat I, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Ia tewas tersambar petir pada Rabu (17/9) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Sungai Adong, tepat di belakang Masjid Istiqomah. Kabar duka tersebut langsung menghebohkan warga desa setempat.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan, kronologi peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, korban baru saja pulang dari sawah setelah membereskan perlengkapan. US berjalan bersama seorang rekannya ketika cuaca mulai memburuk.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban berjalan di belakang rekannya. Tidak lama kemudian hujan deras turun disertai suara petir. Pada kilatan ketiga, sambaran petir mengenai tubuh korban,” terang Ade, Kamis (18/9).
Korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekannya yang panik berusaha menolong dengan menopang tubuh korban menggunakan kayu agar tidak tersengat listrik, kemudian bergegas meminta bantuan warga.
Warga yang datang ke lokasi segera membawa korban menggunakan ambulans ke rumahnya di Dusun Keramat I, RT 29/001 , Desa Kuala Dua. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. US dinyatakan meninggal dunia akibat luka di bagian kepala yang diduga menjadi titik sambaran petir.
“Polisi memastikan penyebab kematian korban murni akibat tersambar petir dalam kondisi cuaca ekstrem. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Ade.
Ade pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika hujan deras disertai petir. “Hindari berada di ruang terbuka dan segera cari tempat aman untuk berlindung. Ini penting agar musibah serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair