PONTIANAK POST – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyoroti beratnya tantangan pembangunan infrastruktur strategis pada tahun mendatang akibat pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat.
“Kubu Raya ini luasnya 78 kali Kota Pontianak, tetapi anggarannya lebih besar Pontianak. Cuma yang jadi masalah, tahun depan anggaran transfer ke daerah kita dipotong,” ujar Sukiryanto, Rabu (10/12) saat menghadiri HUT ke-140 Desa Pal IX, di Masjid Jami Baitun Nubuwwah, Kecamatan Sungai Kakap.
Sukiryanto juga memaparkan angka yang menggambarkan ketimpangan kondisi fiskal tersebut. Menurutnya, kebutuhan dana infrastruktur per tahun mencapai Rp282 miliar. Namun, pemotongan anggaran transfer ke daerah justru lebih tinggi, yakni mencapai Rp334 miliar. Situasi ini diperkirakan berdampak pada keberlanjutan pengerjaan infrastruktur strategis, terutama penyelesaian jalan poros.
“Jadi inilah yang menyebabkan kami bersama perangkat daerah harus proaktif memohon bantuan dana langsung ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada kendala anggaran, Sukiryanto menegaskan pemerintah kabupaten tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan jalan poros strategis yang panjangnya mencapai 600 kilometer, setara dengan jarak menuju Kabupaten Kapuas Hulu. “Kami optimistis penyelesaian proyek tersebut dapat terus berjalan berkat dukungan politis empat Anggota DPR RI asal Kalbar yang kini duduk di Komisi V DPR RI, komisi yang membidangi urusan infrastruktur,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif