Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ratusan Guru Honorer di Kubu Raya Belum Terakomodasi PPPK Paruh Waktu

Ashri Isnaini • Senin, 25 Mei 2026 | 11:59 WIB
Sukiryanto
Sukiryanto

PONTIANAK POST – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menaruh perhatian serius terhadap nasib ratusan guru honorer di Kubu Raya yang hingga kini belum terakomodasi dalam skema ASN PPPK paruh waktu. Persoalan tersebut disebutnya sebagai pekerjaan rumah besar yang membutuhkan perjuangan bersama antara pemerintah daerah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan seluruh pihak terkait.

Hal itu disampaikan Sukiryanto saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Kubu Raya Masa Bakti V Tahun 2026 di Aula Temajuk Hotel Dangau, Sungai Raya, Sabtu (23/5).

Menurut dia, Konkerkab tidak boleh hanya menjadi agenda rutin organisasi semata. Forum tersebut harus mampu melahirkan program kerja yang konkret sekaligus rekomendasi perjuangan nyata untuk memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.

“Ke depan harus ada perjuangan. Paling tidak, lahirkan rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang dari rapat kerja ini,” kata Sukiryanto.

Baca Juga: Prank Gaji dan Politisasi Guru

Dia mengungkapkan, saat ini baru sekitar 733 guru yang telah diangkat menjadi ASN PPPK paruh waktu. Sementara itu, masih terdapat sekitar 962 guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan serupa.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Karena itu, dia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi memperjuangkan nasib para guru honorer agar memperoleh kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik.

“Permasalahan guru, terutama guru honorer, ini perlu perjuangan bersama-sama,” ujarnya.

Sukiryanto menegaskan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Dukungan dan sinergi dengan PGRI dinilai penting agar aspirasi para guru honorer dapat terus diperjuangkan hingga ke tingkat kebijakan yang lebih tinggi.

“Kita selalu perjuangkan dan bahu-membahu antara pemerintah daerah dengan PGRI. Perhatian kita bersama sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Selain menyoroti persoalan guru honorer, Sukiryanto juga berharap PGRI Kubu Raya mampu menyusun program kerja yang terukur dan berkelanjutan melalui Konkerkab tersebut. “Dan menurut saya keberadaan program jangka pendek, menengah, hingga panjang penting agar organisasi memiliki arah perjuangan yang jelas dalam mendukung dunia pendidikan di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#akomodasi #ASN PPPK #paruh waktu #Wabup Kubu Raya #guru honorer