Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wakil Bupati Kubu Raya Sebut Paguyuban Jadi Perekat Sosial Antar Etnis di Daerah

Ashri Isnaini • Senin, 25 Mei 2026 | 12:20 WIB
Tabuhan gamelan dan lantunan sinden mengiringi lakon “Semar Mbangun Khayangan” dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Sabtu (23/5) malam. (Prokopim Kubu Raya)
Tabuhan gamelan dan lantunan sinden mengiringi lakon “Semar Mbangun Khayangan” dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Sabtu (23/5) malam. (Prokopim Kubu Raya)

PONTIANAK POST – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menegaskan keberadaan paguyuban menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, paguyuban memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus menjadi ruang memperkuat silaturahmi antarwarga lintas etnis di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Sukiryanto saat menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Hari Lahir ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Sungai Raya, Sabtu malam (23/5).

“Alhamdulillah, dengan dibentuknya Paguyuban Merah Putih, setiap ada persoalan bisa kita dudukkan bersama di atas meja,” ujar Sukiryanto.

Dia mengatakan saat ini terdapat 17 paguyuban yang hidup dan berkembang di Kabupaten Kubu Raya. Seluruh paguyuban tersebut berada di bawah naungan Paguyuban Merah Putih sebagai wadah kebersamaan antar etnis di Kubu Raya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Himpun dan Salurkan 29 Hewan Kurban, Siap Didistribusikan H-1 Iduladha

Menurutnya, keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi sarana menjaga budaya daerah asal di tanah rantau, tetapi juga memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Hal seperti ini membuka ruang agar kita bisa terus menghidupkan budaya di tanah rantau,” katanya.

Malam itu, suasana di Taman Dirgantara Lanud Supadio terasa berbeda. Tabuhan gamelan dan lantunan sinden menggema mengiringi lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dimainkan dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Acara tersebut menghadirkan dalang perempuan asal Wonogiri, Jawa Tengah, Nyi Wulan Sri Panjang Mas, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Banyak warga dari berbagai etnis tampak memadati kawasan pertunjukan. Kehadiran seni budaya Jawa tersebut dinilai Sukiryanto mampu menghadirkan suasana kekeluargaan sekaligus mengobati kerinduan masyarakat perantauan terhadap kampung halaman.

Baca Juga: Ratusan Guru Honorer di Kubu Raya Belum Terakomodasi PPPK Paruh Waktu

“Kalau bicara malam ini, saya merasa seperti berada di Wonogiri. Semoga paguyuban Jawa di Kalimantan Barat terus menjaga budaya dan mempererat kebersamaan,” tuturnya.

Sukiryanto menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan dukungan penuh terhadap seluruh etnis dan paguyuban yang ada di daerah tersebut. Ia menilai keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

“Walaupun kita hidup di rantau, tidak ada yang membedakan. Ada sekitar 700 suku di Indonesia, itu adalah kekayaan kita bersama. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat mendukung seluruh etnis dan paguyuban yang ada,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sukiryanto juga menyampaikan salam dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan agenda kedinasan di Jakarta.

Dia pun mengucapkan selamat atas Hari Lahir ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri dan berharap kegiatan budaya seperti wayang kulit terus dilestarikan sebagai bagian dari perekat persaudaraan masyarakat di Kubu Raya. (ash)

Editor : Hanif
#Pagelaran Wayang #wayang kulit #Paguyuban #Lintas Etnis #sosial