PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp500 juta untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional personel dan relawan yang bertugas di lapangan.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan anggaran itu dialokasikan agar proses pemadaman tidak terkendala kebutuhan logistik maupun bahan bakar. Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin pemadaman kebakaran lahan gambut di Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (16/7).
Baca Juga: Enam Titik Karhutla di Kubu Raya Berhasil Dikendalikan, Pemkab Perkuat Kolaborasi
Anggaran untuk Operasional Pemadaman
Sujiwo menjelaskan dana BTT akan digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM), konsumsi personel, serta kebutuhan operasional lainnya selama penanganan Karhutla berlangsung.
"Saya sudah mengambil langkah dengan mengeluarkan belanja tidak terduga kurang lebih Rp500 juta. Anggaran ini untuk kepentingan BBM, makan minum, dan kebutuhan operasional lainnya. Saya tidak ingin ada relawan damkar yang terlantar makannya ataupun kendaraan pemadam kehabisan BBM," katanya.
Menurutnya, dukungan anggaran menjadi faktor penting agar petugas dan relawan dapat bekerja secara optimal menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Bupati Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran
Dalam operasi pemadaman tersebut, Sujiwo bersama Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika dan Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus turun langsung memadamkan api di kawasan sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya.
Upaya pemadaman difokuskan untuk melokalisasi pergerakan api agar tidak meluas dan mengancam fasilitas publik maupun permukiman warga.
Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman serta mendoakan keselamatan seluruh personel yang masih bertugas di lapangan.
Masyarakat Diingatkan Tidak Membakar Lahan
Bupati mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Kebakaran lahan berdampak sangat fatal. Sektor kesehatan terganggu karena masyarakat terancam ISPA. Pendidikan juga terdampak jika sekolah harus diliburkan. Bahkan penerbangan bisa terganggu sehingga berpengaruh terhadap perekonomian," ujarnya.
Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat
Sujiwo memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta seluruh unsur masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Pemkab berharap dukungan anggaran dan sinergi lintas sektor mampu mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat selama musim kemarau.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara