PONTIANAK POST – Siapa sangka, bangunan khas yang identik dengan Tiongkok ternyata juga dapat ditemukan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bangunan tersebut adalah Rumah Hakka atau Tulou, rumah adat khas suku Hakka yang memiliki bentuk unik dan sarat nilai sejarah serta budaya.
Keberadaan rumah ini diunggah akun TikTok AnotherJimz, 16 Agustus 2025. Dalam video itu disebutkan rumah Hakka di Kubu Raya merupakan yang terbesar di Kalimantan Barat dan menjadi salah satu bangunan paling unik di daerah tersebut.
Dikenal dengan Nama Tulou
Rumah Hakka lebih dikenal dengan sebutan Tulou, yang secara harfiah berarti "rumah tanah".
Tulou merupakan rumah komunal yang sejak dahulu digunakan masyarakat Hakka sebagai tempat tinggal bersama. Bentuknya yang melingkar menjadi ciri khas utama sekaligus memberikan perlindungan bagi seluruh penghuni yang tinggal di dalamnya.
Meski disebut rumah tanah, bangunan yang ada di Kubu Raya ini tampak disusun menggunakan batu bata asli, sehingga menghadirkan kesan kokoh dan memiliki karakter arsitektur yang berbeda dari rumah adat lainnya.
Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bangunan Tulou telah diakui sebagai salah satu situs warisan dunia di Tiongkok.
Sementara di kawasan Asia Tenggara, disebutkan hanya terdapat dua bangunan sejenis, dan salah satunya berada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Rumah Adat Turun Temurun di Mempawah Kian Lapuk dan Kosong, Cagar Budaya Ini Menanti Perhatian
Informasi ini menjadikan Rumah Hakka sebagai salah satu destinasi budaya yang menarik untuk dikunjungi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat luas.
Bentuk Melingkar dengan Filosofi Kebersamaan
Keunikan Rumah Hakka tidak hanya terlihat dari material bangunannya, tetapi juga dari bentuknya yang melingkar.
Baca Juga: Sejarah Kabupaten Kubu Raya, Dari Kerajaan Kubu hingga Menjadi Kabupaten Termuda di Kalbar
Desain tersebut bukan sekadar estetika, melainkan memiliki filosofi mendalam sebagai rumah bersama atau rumah komunal. Seluruh anggota keluarga maupun komunitas tinggal dalam satu kompleks sehingga kehidupan sosial, gotong royong, dan rasa kebersamaan dapat terus terjaga.
Model hunian seperti ini juga menjadi cara masyarakat Hakka mempertahankan identitas budaya mereka dari generasi ke generasi.
Menjaga Tradisi dan Bahasa Suku Hakka
Baca Juga: Sejarah Monumen Ali Anyang di Kubu Raya dan Alasan Dibangun di Pertigaan Trans Kalimantan
Rumah Hakka dibangun bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya.
Di dalamnya, masyarakat Hakka menjaga penggunaan bahasa, adat istiadat, tradisi, hingga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Kehadiran rumah komunal tersebut menjadi simbol kuat bagaimana budaya dapat tetap hidup meski berada jauh dari tanah asalnya.
Simbol Keberagaman di Kalimantan Barat
Baca Juga: Bundaran Gaforaya di Kubu Raya, Ikon Baru yang Ternyata Dibangun Tanpa Satu Rupiah pun Dana APBD
Keberadaan Rumah Hakka di Kubu Raya juga mencerminkan keberagaman etnis yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
Provinsi ini dikenal sebagai daerah yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan. Rumah Hakka menjadi salah satu bukti bahwa warisan budaya berbagai etnis dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah.
Destinasi Wisata Budaya yang Patut Dikunjungi
Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia
Selain memiliki nilai sejarah, Rumah Hakka juga menjadi destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan maupun pecinta sejarah.
Arsitekturnya yang khas, bentuk bangunan yang tidak biasa, serta kisah panjang masyarakat Hakka menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat jejak budaya Tionghoa di Kalimantan Barat, Rumah Hakka Tulou di Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan.
Editor : Silvina