Belum ada tanda air akan surut, di beberapa titik ketinggian air justru meningkat pada Jumat (24/5).
Menurut pantauan Pontianak Post di sejumlah titik di Kecamatan Ngabang, banjir kembali naik pada Jumat (24/5) pagi.
Jalan Bardan Nadi yang menghubungkan Desa Raja menuju Desa Hilir Tengah tenggelam dengan ketinggian air mencapat 1,5 meter atau setinggi leher pria dewasa.
Sementara di Desa Tebedak, warga memilih mengungsi lantaran air tak kunjung turun.
“Untuk kondisi terkini air naik sedikit demi sedikit. Untuk warga saya ada yang mengungsi ada yang masih tetap di rumah walaupun banjir,” kata ketua RT 01 Dusun Raja Desa Raja Kecamatan Ngabang, Muhammad Said.
Ia mengatakan, aliran listrik telah diputus sejak Kamis (23/5) sore. Gelap gulita menjadi pemandangan pada malam hari.
Ia memilih bertahan di rumah, waspada akan kemungkinan air semakin tinggi. Saat ini, kata dia, warganya membutuhkan bantuan makanan siap saji.
Apalagi sebagian warga harus menggunakan perahu atau sampan untuk menuju lokasi yang tak terendam banjir terdekat.
“Kalau untuk bantuan mungkin (makanan) siap saji, terutama sembako dan lain-lain,” kata dia.
Banjir telah membuat warga mengungsi. Apalagi bagi mereka yang terjebak banjir. di rumah keluarga yang tak terdampak banjir.
Kasat Samapta Polres Landak AKP Herry Wanson Nababan mengatakan pihaknya membantu proses evakuasi warga menggunakan perahu karet.
Mereka adalah warga yang terjebak banjir dan jauh dari jangkauan.
"Kami berupaya menyelamatkan mereka dari bahaya dan memastikan keselamatan mereka. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya besar Polres Landak dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam," kata Herry, Jumat (24/5).
Terdapat sebanyak 72 warga yang dievakuasi. Mereka memilih mengungsi di posko banjir yang didirikan di empat rumah milik warga sekitar.
Kasat menjelaskan dalam situasi darurat, pihaknya mengedepankan kecepatan dan keselamatan Warga.
“Seluruh personel memastikan bahwa setiap langkah evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari risiko tambahan bagi warga yang dievakuasi,” kata dia.
Camat Ngabang Nomensen mengatakan, kantor Camat Ngabang kini telah disulap menjadi posko pengungsian dan dapur umum bagi korban banjir.
Pihaknya menyediakan tempat bagi BPBD Landak dan PMI provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat organisasi kepemudaan dan sosial lainnya yang menjadi relawan di sana.
“Sampai dengan Jumat, sebanyak tujuh jiwa yang mengungsi di posko pengungsian kantor camat. Tidak menutup kemungkinan pengungsi akan bertambah,” katanya.
Hingga kini, kata Nomensen, pemerintah berfokus pada evakuasi bagi korban banjir dan penyediaan posko pengungsian.
Ia pun mengimbau kepada warga korban banjir untuk tak segan mengungsi. Baik di rumah keluarga terdekat, atau pun di posko pengungsian.
“Kita upayakan agar keselamatan warga nomor satu dalam kondisi ini,” tutupnya. (mif)
Editor : Syahriani Siregar