Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Landak Kaji Dana Abadi dan Terapkan Program Gasing

Miftahul Khair • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:08 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berswafoto bersama kontingen Porsenijar PGRI kecamatan beberapa waktu lalu. (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berswafoto bersama kontingen Porsenijar PGRI kecamatan beberapa waktu lalu. (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak terus berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui pembenahan sektor pendidikan. Peningkatan kualitas ini tidak hanya difokuskan pada pemahaman materi akademik di ruang kelas, tetapi juga mencakup aktivitas fisik, kreativitas siswa, serta kompetensi para tenaga pengajar.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengingatkan bahwa anak didik perlu mendapatkan pendidikan karakter yang proporsional agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

"Kami menitipkan pesan bahwa anak-anak kita bukan hanya menitipkan sekadar materi, tetapi juga stimulasi lain seperti seni dan olahraga juga menjadi hal yang sangat penting dalam kita mendidik dan membesarkan anak-anak kita," ujar Karolin saat ditemui di Ngabang, Jumat (23/10).

Baca Juga: Sinergi Pemkab dan Kejari Landak, Bupati Karolin Kebut Harmonisasi Perda Serta Hukum Adat

Di samping keseimbangan materi ajar, Karolin juga menyoroti peran penting tenaga pendidik. Ia secara khusus menaruh harapan besar kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Landak, mengingat kualitas generasi penerus sangat bergantung pada komitmen dan tanggung jawab para guru.

"Saya titip kepada para guru melalui PGRI, masa depan anak-anak kita, melalui merekalah laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Di tangan merekalah kualitas anak-anak generasi penerus bangsa kita ditentukan," kata Karolin.

Dalam memastikan setiap program berjalan merata, Pemkab Landak memaksimalkan penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Basis data ini menjadi acuan utama pemerintah daerah, terutama dalam hal pemetaan dan pemenuhan kebutuhan sarana sekolah.

"Pemerataan kualitas pendidikan kita sekarang sudah yang pertama ya, kita punya yang namanya data Dapodik. Dapodik itu 100 persen data sudah masuk untuk kewajiban pendidikan dan kita menggunakan sementara ini untuk lebih banyak pada sarana prasarana," ungkap Karolin.

Baca Juga: Bengkel Motor di Ngabang Disambangi Polisi, Minta Tidak Melayani Pemasangan Knalpot Jenis Racing

Pemkab Landak juga menaruh perhatian pada peningkatan keahlian mengajar para guru melalui kolaborasi internasional. Pemerintah daerah saat ini menjalin kerja sama dengan lembaga dari Australia untuk menerapkan metode pembelajaran berhitung yang lebih efektif bagi siswa.

"Kami juga punya kerja sama dengan Australia berkaitan dengan program Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) untuk meningkatkan kemampuan guru dalam belajar matematika. Harapannya, nilai matematika anak-anak kita juga meningkat," tambahnya.

Sebagai visi jangka panjang, Pemkab Landak kini mulai mewacanakan pembentukan dana abadi (endowment fund) di sektor pendidikan. Rencana ini digagas guna memastikan ketersediaan anggaran daerah yang berkelanjutan untuk kebutuhan sekolah.

"Kami sedang mendiskusikan apakah kita bisa dan apakah kita perlu untuk memiliki dana abadi untuk pendidikan. Jadi ini tentu masih proses yang sangat panjang, tapi merupakan cita-cita kita bersama bahwa pendidikan di Kabupaten Landak itu harus terus dianggarkan," pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
dana abadi daerah pgri Kualitas Pendidikan bupati karolin