PONTIANAK POST - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, satu pertanyaan sederhana kembali mencuat, sebenarnya apa manfaat sesungguhnya dari olahraga?
Bagi binaragawan dan praktisi kebugaran Ade Rai melalui kanal YouTube pribadinya, ia menyatakan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik untuk membentuk tubuh.
Lebih dari itu, olahraga adalah bagian dari protokol sehat yang berfungsi sebagai proteksi dari dalam.
Tubuh Kuat, Penyakit Sulit Masuk
Menurut Ade Rai, virus dan patogen bersifat oportunis. Artinya, mereka hanya bisa berkembang jika menemukan tuan rumah yang lemah.
Ketika tubuh dirawat dengan baik melalui aktivitas gerak yang rutin, peluang patogen untuk berkembang menjadi jauh lebih kecil.
“Kalau tubuh kita kuat, kita bukan tuan rumah yang nyaman bagi penyakit,” ucap Ade Rai.
Olahraga membantu tubuh menciptakan sistem pertahanan alami yang lebih optimal. Bukan hanya melindungi dari luar, tetapi memperkuat dari dalam.
Keseimbangan Sistem Saraf dan Penurunan Stres
Manfaat besar lainnya adalah keseimbangan antara sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Ketika seseorang terus berada dalam kondisi stres, cemas, dan takut, sistem imun sulit bekerja maksimal.
Olahraga membantu mengurangi kecemasan, menurunkan stress, meningkatkan fokus, dan membuat tubuh lebih relaks.
Dalam kondisi relaks inilah sistem imun bawaan dan adaptif bekerja lebih optimal. Tubuh menjadi lebih siap menghadapi ancaman kesehatan.
Lebih lanjut, aktivitas fisik juga memperbaiki sirkulasi darah dan suplai oksigen ke seluruh tubuh. Sirkulasi yang baik membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme berjalan lebih efektif.
Ade Rai menggambarkannya secara sederhana, bukan hanya tangan yang perlu dicuci, tetapi seluruh organ tubuh juga perlu dibersihkan lewat olahraga. Inilah yang ia maksud sebagai proteksi dari dalam.
Olahraga dan Kesehatan Otak
Tak hanya fisik, olahraga juga berdampak pada kesehatan mental dan fungsi otak.
Saat berolahraga, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan serta brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif.
Tak heran jika setelah berolahraga seseorang merasa manfaat berikut:
- Lebih jernih berpikir
- Lebih kreatif
- Lebih fokus
- Lebih stabil secara emosional
Dengan napas yang lebih teratur, sinyal tubuh dan otak bekerja lebih sinkron. Menurut Ade Rai, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan protokol eksternal.
Aktivitas gerak adalah langkah konkret untuk memperkuat sistem imun, menyeimbangkan hormon, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Karena pada akhirnya, tubuh yang kuat adalah benteng pertama dari segala penyakit. (*)
Editor : Miftahul Khair