PONTIANAK POST - Merawat anggrek tidak berhenti saat tanaman sampai di rumah. Justru, tahap awal setelah pengiriman menjadi penentu apakah anggrek bisa tumbuh sehat atau malah stres dan mati.
Menurut pemilik Kebun PD Orchid, Wike, terkadang ada tanaman yang membawa penyakit tersembunyi. Bisa berupa tungau, bintik hitam, atau bercak di daun.
’’Harus segera ditangani, lama-lama bisa menjalar. Jadi harus disemprot sejak awal,’’ tegasnya, dikutip dari Jawapos.
Dia juga menyarankan bagi pemula untuk selalu menyiapkan insektisida dan fungisida ringan di rumah sebelum anggrek datang.
Baca Juga: Cara Merawat Anggrek yang Dibeli Online agar Tidak Stres dan Tetap Sehat
Sehari setelah diberi fungisida, anggrek perlu disemprot vitamin B1 untuk merangsang pertumbuhan akar baru. Keesokan harinya, tanaman baru disiram air biasa.
’’Jangan terburu-buru dipindah ke pot permanen. Biarkan beberapa hari agar kondisinya pulih, karena itu masa adaptasi,’’ katanya.
Banyak pemula, lanjut Wike, justru terburu-buru menaruh anggrek ke pot begitu paket datang. Biasanya karena antusias melihat bunga baru membuat mereka ingin cepat menata.
Baca Juga: Ini Langkah Mudah Mengatasi Akar Kering pada Anggrek
’’Ini yang bikin stres dua kali. Biasanya anggrek malah cepat mati,’’ ujarnya.
Menurut dia, masa adaptasi sangat penting agar anggrek tetap sehat dan mampu berbunga berulang kali jika diberi waktu untuk menyesuaikan diri. (*)
Editor : Chairunnisya