Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ternyata Liburan Bisa Bikin Mental Lebih Sehat: Turunkan Stres dan Cegah Burnout, Ini Durasi Idealnya Menurut Penelitian

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi berlibur yang berdampak pada kesehatan. (MAGNIFIC)
Ilustrasi berlibur yang berdampak pada kesehatan. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Liburan ternyata bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi memiliki dampak nyata bagi kesehatan mental.

Hal ini diungkap oleh dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, melalui unggahannya di X pada (16/5).

Ia mengutip hasil penelitian yang menunjukkan bahwa liburan dapat menurunkan stres, mencegah burnout, hingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Libur Panjang Mei 2026: Total 15 Hari, 2 Long Weekend, Cek Tanggalnya untuk Rencanakan Liburan

Liburan Terbukti Berdampak pada Kesehatan Mental

Dalam unggahannya, Adam Prabata mengaku terkejut setelah membaca hasil studi yang meneliti hubungan antara kebiasaan liburan dan kondisi mental seseorang.

“Gua kaget pas tahu bahwa ternyata liburan bisa bermanfaat untuk kesehatan,” tulisnya.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 responden yang dipantau selama satu tahun. Fokusnya adalah pada durasi dan frekuensi liburan, lalu dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout, hingga well-being.

Turunkan Stres hingga Tingkatkan Kualitas Hidup

Hasil penelitian yang dibagikan Adam menunjukkan dampak signifikan dari liburan terhadap kesehatan mental.

Baca Juga: Tips Liburan Tenang untuk Introvert agar Energi Tetap Terjaga dan Bahagia

“Liburan beneran terbukti menurunkan stres, mengurangi risiko burnout, meningkatkan kualitas hidup, dan bikin well-being secara keseluruhan lebih baik,” jelasnya.

Temuan ini menegaskan bahwa mengambil jeda dari rutinitas bukan sekadar kebutuhan emosional, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Durasi dan Frekuensi Liburan yang Ideal

Tak hanya soal manfaat, Adam juga mengungkap pola liburan yang paling efektif berdasarkan penelitian tersebut.

“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu, dan frekuensi terbaik adalah 3–4 kali per tahun,” ungkapnya.

Artinya, liburan dengan durasi sedang namun dilakukan lebih sering dinilai lebih baik dibandingkan satu kali liburan panjang dalam setahun.

Jangan Tunggu Burnout untuk Beristirahat

Pesan penting lain yang disampaikan adalah pentingnya mengambil waktu istirahat sebelum kondisi mental memburuk.

Baca Juga: Gen Z Kapok Liburan Viral, Ini Alasan Mereka Ogah ke Tempat Ramai

“Jadi bukan soal ‘liburan panjang sekali setahun’, tapi liburan lebih sering dalam durasi yang pas yang justru paling baik buat mental,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda waktu rehat hingga stres atau burnout benar-benar terjadi.

Liburan Jadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat

Unggahan ini memicu kesadaran baru bahwa liburan bisa menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan mental.

Di tengah tekanan pekerjaan dan aktivitas harian, jeda yang terencana justru dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang.

Baca Juga: Menikmati Tempat-tempat Wisata di Mempawah: Liburan Murah yang Tak Sekadar Mampir, Tapi Mengendap di Hati

Dengan momentum long weekend yang kerap datang, rekomendasi ini menjadi relevan bagi banyak orang: merencanakan liburan bukan lagi soal kemewahan, melainkan kebutuhan.

Editor : Miftahul Khair
#manfaat liburan untuk kesehatan mental #liburan #burnout #kesehatan mental