Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tanpa Bahan Kimia, Sawi Pagoda Dirawat dengan Racikan Alami

Chairunnisya • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:41 WIB
Agar tumbuh subur, sawi pagoda menggunakan media tanam campuran tanah, pupuk, dan sekam. (DOK JAWAPOS)
Agar tumbuh subur, sawi pagoda menggunakan media tanam campuran tanah, pupuk, dan sekam. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Menjaga tanaman tetap sehat tidak selalu harus menggunakan bahan kimia.

Di kebun rooftop The Southern Hotel Surabaya, perawatan sawi pagoda dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan.

Tim kebun rooftop membuat pestisida alami dari bahan dapur seperti kulit bawang putih, bawang merah, dan serai untuk membantu mencegah serangan hama.

Baca Juga: Media Tanam Jadi Kunci Keberhasilan Budidaya Sawi Pagoda Perkotaan

’’Aman disemprot setiap hari karena menggunakan pestisida alami. Tujuannya untuk meminimalkan serangan hama. Kalau hama sudah banyak, biasanya lebih sulit ditangani,’’ ujar pengelola kebun rooftop The Southern Hotel Surabaya, Mochammad Taufik, dilansir dari Jawapos.

Menurutnya, beberapa hama yang sering menyerang tanaman antara lain hama putih, hama merah berukuran kecil, hingga siput.

Serangan tersebut dapat menyebabkan daun menguning dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Baca Juga: Memanfaatkan Rooftop untuk Menanam Buah, Ini Rahasianya

Selain penggunaan pestisida alami, kondisi tanah juga harus diperhatikan. Penggemburan tanah dilakukan secara rutin agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik.

’’Tanah juga perlu digemburkan secara rutin setidaknya sepekan sekali. Langkah ini dilakukan agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik dan pertumbuhannya tidak terhambat,’’ paparnya.

Waktu Panen Sawi Pagoda

Baca Juga: Dari Rooftop Hotel, Sawi Pagoda Berhasil Dipanen Setelah Empat Pekan

Menurut Taufik, sawi pagoda dapat dipanen ketika ukuran tanaman sudah besar dan memenuhi permukaan wadah tanam.

’’Kalau ukurannya sudah melebihi diameter satu piring, sudah bisa dipetik. Tinggal dicabut saja,’’ katanya. (*)

 

Editor : Chairunnisya
kebun rooftop sawi pagoda sayuran media tanam tanaman