PONTIANAK POST - Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai bank daerah yang mengedepankan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat, Bank Kalbar telah mengambil peran strategis sebagai akselerator penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertumbuhan ekonomi daerah sejalan dengan kinerja impresif Bank Kalbar. Tahun 2024 Bank Kalbar mencatatkan kinerja memuaskan dengan mencatat pertumbuhan total aset sebesar 6,43 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp26,62 Triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,26 persen YoY menjadi Rp20,35 Triliun. Dari sisi kredit termasuk pembiayaan, tercatat tumbuh 8,22 persen YoY hingga mencapai Rp16,86 Triliun. Sementara laba sebelum pajak konsolidasi tercatat sebesar Rp644,79 Miliar, dan laba setelah pajak mencapai Rp493,14 Miliar.
Rasio-rasio keuangan Bank Kalbar juga tercatat optimal. Rasio LDR pada posisi 82,85 persen, ROE 12,50 persen, ROA 2,71 persen, NIM 6,45 persen, BO/PO 68,98 persen, serta yang terpenting Non-Performing Loan (NPL) Gross terjaga pada level 1,84 persen dan Rasio permodalan (CAR) Bank Kalbar juga di level 38 persen.
“Bank Kalbar terus memperkuat posisi sebagai bank kebanggan masyarakat Kalimantan Barat dengan mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan layanan berkualitas,” tegas Rokidi.
Keberhasilan Bank Kalbar sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari kolaborasinya dengan berbagai pihak. Bank ini aktif bermitra dengan pemerintah daerah, swasta, dan komunitas masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami percaya bahwa sinergi antara berbagai pihak adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Bank Kalbar akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal dalam mencapai tujuan tersebut,” imbuhnya.
Ia menilai keberhasilan sebuah institusi perbankan tidak hanya diukur dari profit semata, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan daerah. “Melalui inovasi, dedikasi, dan semangat kolaborasi, Bank Kalbar siap mengakselerasi pertumbuhan ekonomi menuju masa depan yang lebih cerah,” tutur Rokidi.
Pelaku Usaha Bersyukur Manfaatkan KUR
Keberadaan KUR Bank Kalbar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Salah satunya adalah Weli, owner Warung Nasi Rosi. Weli mengungkapkan bahwa usahanya yang telah dibuka sejak enam tahun lalu kini mengalami perkembangan pesat berkat dukungan KUR dari Bank Kalbar.
"Tahun lalu saya masih mengontrak tempat untuk usaha, tapi sekarang saya sudah memiliki bangunan sendiri," ujar Weli.
Rumah makan ini diakuinya dibangun dengan cerita yang penuh suka duka. Masa yang paling penuh tantangan adalah pada masa pandemi Covid-19.
Ia pun bersyukur dengan adanya kredit syariah dari Bank Kalbar. Weli memberikan apresiasi tinggi atas pelayanan dari Bank Kalbar. "Bagus, dan pelayanannya sangat baik,” pungkasnya menanggapi layanan yang diberikan oleh bank dengan jargon Bank Kita Punye Kite itu.
Kinerja KUR Bank Kalbar tahun 2024 tercatat tumbuh positif dan melebihi target. Dari target sebesar Rp650 miliar, realisasi mencapai Rp650,53 miliar atau 100,08 persen. NPL kredit juga tercatat rendah yakni sebesar 0,56%.
"Kami sangat bersyukur dan bangga bahwa Bank Kalbar mampu melampaui target penyaluran KUR Tahun 2024. Hal ini menunjukkan kerja keras, sinergi, dan dedikasi seluruh tim Bank Kalbar dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," ujar Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.
Untuk skema konvensional, Bank Kalbar mencatatkan total plafon sebesar Rp631,34 miliar dengan outstanding Rp554,69 miliar. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) untuk skema konvensional tercatat sebesar Rp3,22 miliar atau 0,58%, menunjukkan pengelolaan risiko kredit yang efektif.
Di sisi lain, KUR syariah berhasil menyalurkan Rp19,19 miliar kepada 91 debitur, dengan pencapaian 99,80% dari target. Outstanding kredit mencapai Rp18,55 miliar tanpa adanya NPL, mencerminkan kinerja yang sangat sehat di segmen ini.
Dengan pencapaian tersebut, Bank Kalbar membuktikan komitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan menggerakkan roda perekonomian Kalimantan Barat.
Transaksi QRIS Kian Luas
Penggunaan transaksi non tunai seperti QRIS juga menjadi fokus penting layanan Bank Kalbar. Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna dan besarnya nilai transaksi layanan non tunai tersebut mengalami kenaikan yang menggembirakan.
Hingga 31 Desember 2024, jumlah merchant QRIS Bank Kalbar mencapai 14.364 yang tersebar di seluruh 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, termasuk di bawah kantor cabang Jakarta. Tidak hanya dari sisi jumlah merchant, transaksi QRIS Bank Kalbar juga mencatatkan angka yang signifikan, yakni 1,33 juta kali dengan total nilai mencapai Rp211,96 Miliar.
Rokidi mengatakan transaksi non-tunai semakin menjadi pilihan utama bagi nasabah. QRIS, sebagai salah satu metode pembayaran non-tunai, tercatat mengalami pertumbuhan yang positif.
“Dengan semakin banyaknya merchant yang menggunakan QRIS, diharapkan dapat mempermudah transaksi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Kalimantan Barat," ujar Rokidi.(*)
Editor : A'an