Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peringati Ritual Adat Budaya Robo Robo Ratusan Siswa di SMAN 1 Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Makan Saprahan

A'an • Kamis, 5 September 2024 | 13:27 WIB

 

saprahan : Ratusan siswa SMAN 1 Sungai Pinyuh makan saprahan.
saprahan : Ratusan siswa SMAN 1 Sungai Pinyuh makan saprahan.

MEMPAWAH – Perayaan puncak ritual adat budaya Robo-robo tahun 2024 dipusatkan di Dermaga Kuala Mempawah.

Kemeriahan perayaan budaya yang telah tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia itu dirasakah seluruh kalangan dan lingkungan masyarakat, termasuk di SMAN 1 Sungai Pinyuh. Ratusan siswa beserta dewan guru turut merayakannya dengan makan saprahan.

Kepala SMAN 1 Sungai Pinyuh, Ismail mengatakan perayaan budaya Robo-robo merupakan sesuatu yang sakral dan mengajarkan tentang nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Robo-robo ini merupakan warisan budaya yang bernilai tinggi bagi masyarakat Kabupaten Mempawah. Bahkan, Robo-robo juga sudah tercatat sebagai warisan budaya nasional,” kata Ismail.

Karena itu, menurut dia, sangat penting agar nilai-nilai ritual budaya Robo-robo dapat diajarkan dan diwariskan kepada para siswa yang merupakan generasi penerus, agar mereka lebih mengenal adat istiadat dan kebudayaan daerah asalnya.

“Karena itulah setiap tahun SMAN 1 Sungai Pinyuh melestarikan ritual budaya Robo-robo yang kami aplikasikan dalam bentuk makan saprahan dan kegiatan lomba antarkelas,” ujarnya.

Lebih jauh, Ismail menyampaikan makna yang terkandung dalam makan saprahan bagi siswa sangat penting. Sebab, siswa diajarkan untuk mempuk rasa kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan.

“Jadi, para siswa akan membawa bekal makanan dari rumah. Kemudian, bekal makanan tersebut kita santap bersama-sama. Mereka bisa saling bertukar makanan dengan rekan-rekan sesama siswa tanpa membedakan, suku, agama, ras dan antar golongan,” sebutnya.

Terakhir, Ismail berharap perayaan ritual budaya Robo-robo tersebut dapat memberikan makna yang mendalam bagi siswa dan seluruh dewan guru SMAN 1 Sungai Pinyuh. Terutama nilai-nilai kearifan lokal dan pentingnya pelestarian adat budaya masyarakat di Kabupaten Mempawah.

“Insya Allah, setiap tahun perayaan Robo-robo akan terus dijaga dan dilestarikan oleh siswa-siswi SMAN 1 Sungai Pinyuh. Agar, mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang menanakan nilai-nilai adat budaya lokal,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#adat budaya #mempawah #saprahan #robo robo #makan #siswa