PONTIANAK POST - Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, menghadiri Pelantikan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Timanggong Kabupaten Mempawah di Rumah Adat Dayak, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (29/11). Wabup Juli berharap terbangun komunikasi yang solid antara Timanggong dengan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Juli Suryadi mengucapkan selamat kepada para Timanggong Kabupaten Mempawah yang baru dilantik dan dikuhkan. Menurut Juli, pelantikan tersebut bukan sekedar seremonial, melainkan amanah adat dan tanggungjawab moral menjaga marwah budaya Dayak.
"Ini merupakan amanah adat serta tanggung jawab moral untuk menjaga marwah budaya Dayak, melestarikan nilai leluhur, dan menjadi penjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk," kata Juli.
Melalui momentum pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi (rakor) tersebut, dia berharap terbangun komunikasi yang solid antara para Timanggong dengan Dewan Adat Dayak (DAD), pemerintah daerah, dan seluruh unsur elemen masyarakat Kabupaten Mempawah.
"Kolaborasi ini penting untuk menyatukan visi dalam membangun Kabupaten Mempawah yang sejahtera dan berkeadaban dimasa depan,” pendapatnya.
Dikatakan Juli, keberadaan Timanggong dan DAD memiliki peran strategis dalam melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, menjaga ketertiban sosial melalui penyelesaian masalah adat secara damai, memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak, serta mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang kebudayaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Karena itu, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga kerukunan, persatuan, dan toleransi antarsuku, antaragama, dan antarbudaya. Mempawah adalah rumah bagi semua. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Terakhir, dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk terus bekerja berdampingan dengan seluruh unsur adat dan masyarakat dalam rangka membangun daerah dan menghadirkan kesejahteraan bersama.
"Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Mempawah tetap aman, damai, dan maju, tanpa menghilangkan kearifan budaya yang menjadi jati diri daerah, khususnya Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat pada umumnya," pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif