PONTIANAK POST – Anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmadi, meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah memperkuat pembinaan terhadap petani karamba menyusul kematian ikan secara massal yang sempat menimbulkan kerugian besar bagi para pembudidaya.
Menurut Ahmadi, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa sektor perikanan budidaya membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengantisipasi berbagai faktor penyebab kematian ikan.
"Peristiwa matinya ikan di karamba beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat. Kondisi ini tidak boleh terulang, sehingga pemerintah daerah perlu hadir memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada para petani," ujarnya.
Baca Juga: Petani Keramba di Kubu Raya Akui Masih Sulit Mencari Bibit Ikan
Ia menilai pembinaan tidak hanya berupa bantuan sarana produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis budidaya, seperti pengelolaan kualitas air, pemanfaatan teknologi resirkulasi, hingga upaya pencegahan pencemaran perairan.
"Petani perlu dibekali pengetahuan tentang bagaimana menjaga kualitas air tetap stabil, memanfaatkan teknologi resirkulasi, serta memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit atau mati," katanya.
Selain itu, Ahmadi meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap potensi pencemaran perairan, baik yang berasal dari limbah industri maupun aktivitas penambangan liar, karena dinilai dapat mengancam keberlangsungan usaha budidaya ikan masyarakat.
"Pemerintah daerah harus meningkatkan pengawasan terhadap potensi pencemaran air. Jika kualitas air terus menurun akibat limbah industri maupun penambangan liar, maka budidaya perikanan masyarakat akan selalu berada dalam ancaman," tegasnya. (wah)
Editor : Miftahul Khair