PONTIANAK POST - Bupati Mempawah Erlina menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama minimnya sumber air dan sulitnya akses menuju titik api.
“Kendala ini menjadi tantangan bagi petugas dalam memadamkan titik api. Terutama minimnya sumber air sehingga proses pemadaman tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Belum lagi faktor angin kencang yang menyebabkan api cepat merembet dan menyebar luas,” kata Erlina saat meninjau titik karhutla di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Rabu (2/9).
Diperkirakan puluhan hektare lahan gambut di wilayah Desa Sekabuk hingga Desa Pasir terbakar sejak beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan data BMKG Kalbar per Kamis (3/9), terdapat 39 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Sementara luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare.
Baca Juga: Waspada ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla, Apoteker Ingatkan Warga Tak Sembarangan Minum Obat
Menurut Erlina, kondisi kekeringan, angin kencang, serta sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat membuat upaya pemadaman membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah, TNI/Polri, perusahaan dan masyarakat.
“Kita turun ke lapangan untuk melihat langsung proses penanganan karhutla yang dilaksanakan rekan-rekan Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Erlina didampingi Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, Dandim 1201/Mph Letkol CZI Ali Isnaini, Kajari Mempawah Syamsuri serta sejumlah pihak terkait. Erlina mengatakan, upaya pemadaman telah dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia. Penanganan melibatkan BPBD, TNI/Polri, KPH, Manggala Agni serta masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, kerja keras dan sinergi semua pihak yang telah bahu-membahu memadamkan titik-titik api,” tuturnya.
Baca Juga: Petugas Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Berlimang, Warga Kirim Logistik dan Doa Keselamatan
Selain pemadaman, Erlina menilai langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat juga penting. Sosialisasi mengenai bahaya dan dampak karhutla yang dilakukan TNI/Polri diharapkan dapat menekan potensi kebakaran sejak dini.
“Langkah pencegahan dengan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan potensi terjadinya karhutla. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi,” pungkasnya.
Editor : Miftakhair