Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gelar Wayang Climen

Super_Admin • Minggu, 7 November 2021 | 11:43 WIB
Prof. H Slamet Rahardjo, SH. Ketua umum Pepadi Prof Kalbar
Prof. H Slamet Rahardjo, SH. Ketua umum Pepadi Prof Kalbar
MENYIKAPI pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), para pelaku seni pewayangan pun harus memutar otak, agar seni wayang tetap eksis. Salah satunya dengan menggelar wayang climen.

Apa itu wayang climen? Wayang climen disebut juga wayang minimalis, karena berkaitan dengan penggunaan media online untuk menyiarkan pertunjukan secara langsung atau live streaming. Durasi pertunjukannya pun lebih terbatas dengan mengurangi beberapa bagian cerita.

“Sering lo Mas kita buat pertunjukan wayang di (Jalan) Wonodadi itu, tapi itu tadi, wayang climen,” ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kalbar, Prof. Slamet Rahardjo.

Hanya saja, tak dipungkiri Slamet, dengan disiarkan secara live streaming, para penikmat wayang dari kalangan tua cukup kesulitan menikmatinya. Namun langkah ini menjadi salah satu pilihan agar wayang tetap eksis.

Baca juga: Nekat Bentuk Sanggar Demi Wayang

Bagaimana dengan eksistensi para dalang wayang sendiri, dengan berbagai pembatasan seperti itu? Menurut guru besar Fakultas Hukum Untan Pontianak tersebut, rerata para dalang di Kalbar tak menjadikan profesi ini sebagai profesi utama. “Rata-rata mereka punya pekerjaan pokok Mas, kecuali yang di Kubu Raya itu, Ki Agus itu (Ki Agus Krisbiantoro, Red), kalau yang lainnya memang tidak hidup dari mendalang,” ungkap sang profesor.

Yang paling terpukul, menurut dia, selama masa pandemi ini justru para penikmat hiburan wayang. Karena berbagai pembatasan, pertunjukan wayang pun sulit digelar. Bahkan, menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada hari ini (7/11), Pepadi dengan terpaksa tidak membuat pertunjukan wayang. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Pepadi Kalbar, Bernadeta Sri Rusmiyati.

“Pepadi Pusat sudah menyurati kami, menyambut Hari Wayang Nasional bisa diganti dengan menggelar sarasehan, pameran, atau workshop, tapi karena suatu hal, kita batalkan,” ungkap Bernadeta.

Namun dipastikan dia, pertunjukan wayang menyongsong Hari Wayang Nasional tetap bisa disaksikan di Sanggar Budaya Hamiluhung di Kabupaten Kubu Raya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (ote) Editor : Super_Admin
#wayang climen