Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemilihan Duta Bahasa Kalbar, Jadikan Pantun Sarana Edukasi Perubahan Iklim

A'an • Minggu, 19 Mei 2024 | 08:32 WIB
LITERASI: Ryan Ivander Aldino dan Leni kini dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kalbar, Sabtu (18/5).
LITERASI: Ryan Ivander Aldino dan Leni kini dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kalbar, Sabtu (18/5).

PONTIANAK - Ryan Ivander Aldino dan Leni kini dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kalbar usai mengalahkan puluhan finalis lainnya. Ryan dan Leni tak kuasa menahan haru, saat namanya disebut sebagai juara pada pemilihan Duta Bahasa Kalbar yang dihelat, Sabtu (18/5) di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Kalbar.

Leni, mahasiswa semester 8 Fakultas Teknik di Universitas Tanjungpura (Untan) ini menilai sangat cocok menggunakan pantun sebagai media edukasi dan informasi terkait perubahan iklim. Apalagi pantun sangat dekat dengan masyarakat Indonesia khususnya Kalbar. Dia juga berencana mengadakan seminar dan lomba berbalas pantun untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait lingkungan dan perubahan iklim.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini berasal dari keluarga petani di Sambas. Motivasi Leni dalam bidang bahasa dan sastra muncul dari keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan yang melibatkan kedua bidang tersebut.

"Saya beberapa kali ikut kegiatan yang diselenggarakan Balai Bahasa Kalbar. Ada dorongan dari teman-teman juga agar saya ikut dalam ajang ini," katanya.

Ryan Ivander Aldino dan Leni
Ryan Ivander Aldino dan Leni

Leni menyiapkan beberapa ide tentang perubahan iklim yang dikaitkan dengan bahasa dan sastra. Salah satu kegiatan menarik yang dia rencanakan adalah berpantun bersama untuk menyelamatkan bumi dari dampak perubahan iklim. "Saya akan lakukan kampanye perubahan iklim disosial media melalui pantun-pantun," jelasnya.

Ryan Ivander Aldino, seorang pemuda berusia 20 tahun telah menerima amanah besar sebagai Duta Bahasa. Ryan menyatakan bahwa dia melihat potensi besar dalam dirinya untuk mengikuti ajang ini. Berkat dukungan dari teman-temannya, Ryan berhasil mempersiapkan artikel dan bahan pendaftaran dalam waktu sekitar dua minggu. "Saya memikirkan secara matang apa saja yang dibutuhkan untuk mengikuti program ini," ujarnya.

Tahun ini, perubahan iklim menjadi tema harus diulas para finalis Duta Bahasa. Perubahan iklim, sebuah isu yang sangat relevan dan mendesak. Ryan menilai perlunya kolaborasi bersama berbagai komunitas dan mitra lokal untuk menjalankan kegiatan lingkungan yang dihubungkan dengan bahasa, kebudayaan, dan kesusastraan.

Sejak sekolah, Ryan sudah menunjukkan minat besar dalam bidang puisi dan drama. Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, dengan latar belakang keluarga wiraswasta, Ryan memiliki tekad yang kuat untuk mencapai target nasional saat mewakili Kalbar nanti. Dia berencana meminta bantuan dari alumni dan Duta Bahasa lainnya untuk mendapatkan hasil terbaik.

Windy Prihastari Bunda Literasi Kalbar mengatakan ada beberapa isu penting yang perlu dibahas bersama, salah satunya adalah kecakapan literasi digital.

"Literasi digital sangat penting dalam era ini. Kita tidak hanya bicara tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat," ujar Pj Ketua Penggerak PKK Provinsi Kalbar.

Sosialisasi ini dapat dan harus dilakukan secara digital, mengingat masyarakat, terutama generasi muda, lebih senang menghabiskan waktu mereka dengan perangkat ponsel.

Windy juga berencana mengagendakan program literasi digital meski bukan berskala besar. Misalnya Fokus pada pembuatan platform sosialisasi yang efektif dan dapat diakses oleh banyak orang. Memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan informasi dan edukasi literasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Bersama-sama, kita bisa meningkatkan literasi digital di Kalimantan Barat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat kita," ajaknya.

Pemilihan Duta Bahasa  secara umum bertujuan untuk meningkatkan peran generasi muda dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing sesuai dengan ranah penggunaan masing-masing untuk memperkuat jati diri dan daya saing bangsa.

Anang Santosa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar mengatakan  Duta Bahasa menjadi mitra strategis Balai Bahasa dalam upaya pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra serta peningkatan fungsi bahasa Indonesia.

Nantinya, Duta Bahasa terpilih akan mewakili Kalimantan Barat di ajang pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional. Mereka akan dibekali tentang bagaimana pengutamaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah, revitalisasi bahasa daerah, dan  menggiatkan literasi di Kalimantan Barat. (mrd)

Editor : A'an
#pantun #pontianak #Duta Bahasa Kalbar