PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan terdapat lonjakan kasus penyakit jantung sepanjang semester pertama di tahun ini. Dari data Dinkes, terdapat ribuan warga Pontianak terdiagnosis penyakit jantung.
“Kasus penyakit jantung sepanjang semester pertama tahun 2025 menunjukkan, total ribuan warga terdiagnosis berbagai jenis penyakit jantung, dengan kasus terbanyak berasal dari penyakit jantung iskemik kronis, penyakit jantung akibat hipertensi, serta gagal jantung,” ujar Saptiko, Minggu (27/7).
Menurutnya, penyakit jantung merupakan ancaman serius yang tidak hanya menyerang usia lanjut, namun juga mulai ditemukan pada usia produktif. Pihaknya terus memantau perkembangan dan dalam pencegahan pihaknya meningkatkan layanan serta edukasi untuk menekan angka kasus penyakit jantung.
Dari catatan Dinas Kesehatan Pontianak, sepanjang Januari hingga Juni 2025 untuk Penyakit Jantung Iskemik Kronis ditemukan sebanyak 1.716 kasus. Berikutnya Penyakit jantung hipertensi ditemukan sebanyak 1.826 kasus. Selanjutnya untuk gagal jantung sebanyak 1.827 kasus. Komplikasi dan deskripsi penyakit jantung yang tidak jelas sebanyak 215 kasus. Dan Kardiomiopati, yang merupakan penyakit otot jantung sebanyak 25 kasus.
Dalam upaya pencegahannya, penting melakukan perilaku hidup sehat. Dia pun mengajak semua masyarakat Pontianak untuk rutin periksa kesehatan, jaga pola makan, aktif berolahraga, dan kelola stres. Dengan langkah sederhana ini bisa mencegah penyakit jantung sejak dini.
Dinas Kesehatan juga telah memperkuat sistem layanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas pemeriksaan jantung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, serta memperluas program deteksi dini di tingkat Puskesmas.
Dengan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan gejala ringan seperti nyeri dada, kelelahan, atau sesak napas. “Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala mencurigakan,” tutupnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat. Karena penyakit saat ini bisa menyerang siapa saja dan di golongan umur berapapun.
Pemkot Pontianak dalam upayanya, sudah menyediakan banyak ruang terbuka hijau untuk masyarakat berolahraga dan membiasakan menuju hidup sehat. Adanya ruang olahraga tersebut bisa digunakan masyarakat gratis. Tinggal mau tidak mau masyarakat untuk berolahraga.
“Di RS sosialisasi tentang bahaya jantung juga dilakukan. Dengan kesemua ini, saya juga mengajak masyarakat untuk peduli kesehatan. Dengan fisik yang sehat, kita bisa melahirkan SDM Pontianak yang unggul,” ujarnya. (iza)
Editor : Hanif