PONTIANAK POST - Pemenang lomba resensi buku yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat telah diumumkan, Senin (4/8). Kegiatan ini menjadi gerakan kolektif untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Bumi Khatulistiwa.
Buku Pantangan Masyarakat Bugis Teluk Pakedai karya Ibrahim berhasil membawa Nathania Marlene Rimba keluar sebagai pemenang resensi buku kategori SMP. Di saat peserta lainnya memilih sastra, justru Nathania tertarik menambah wawasan budaya lewat isi buku tersebut.
"Saya merasa buku ini unik, karena mengulas pantangan-pantangan yang belum banyak orang ketahui. Buku ini menambah wawasan saya terhadap budaya bugis," katanya.
Peserta diwajibkan meresensi buku bermuatan lokal Kalbar. Buku lokal seringkali merefleksikan budaya dan tradisi setempat sehingga meresensi buku lokal dapat membantu meningkatkan apresiasi masyarakat akan budaya lokal.
Dewan Juri, Ahmad Sofian DZ mengatakan, kegiatan ini mampu menstimulus peserta untuk membaca, memahami dan menulis. "Karena ini sifatnya lomba, mereka terpacu untuk meresensi dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Secara umum, kata dia ada tiga penilaian dari dewan juri. "Kami juga mengidentifikasi keaslian resensi mereka," paparnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Sugeng Hariadi berterima kasih atas antusiasme luar biasa dari seluruh peserta yang telah mengirimkan karya terbaiknya. Ia berharap, lomba resensi buku Ini dapat terus menjadi wadah untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis generasi muda.
Perpustakaan provinsi memiliki tanggung jawab strategis untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, terbuka, dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan lomba resensi buku ini, kami ingin menguatkan kembali peran perpustakaan, khususnya di perpustakaan umum provinsi sebagai ruang baca, ruang belajar, dan ruang berpikir kritis bagi siswa," ungkapnya.
Lomba resensi buku Ini tidak sekadar menilai kemampuan siswa dalam menulis, tetapi juga mendorong siswa untuk membaca dengan teliti, memahami isi buku, menganalisis, serta menyampaikan pendapat secara logis dan kreatif. Lebih dari itu, kegiatan Ini juga menjadi media untuk mengangkat kembali kekayaan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan.
Rufini, Ketua Panitia mengatakan kegiatan lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakan baru pertama kali dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat melalui Dana DAK Non Fisik. "Peserta wajib membuat resensi buku dari koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar. Sebelum pelaksanaan lomba, seluruh peserta diwajibkan mengikuti kegiatan pembekalan pembuatan resensi yang diikuti oleh 50 peserta siswa siswi SMP dan SMA se-Kalbar," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif