Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wagub Krisantus Kurniawan Resmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru, Dorong Pelestarian Budaya Dayak

Novantar Ramses Negara • Kamis, 13 November 2025 | 13:12 WIB

 

RESMIKAN: Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan bersama Bupati Sanggau Yohanes Ontot meresmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Entikong, simbol persatuan dan pelestarian budaya Dayak.
RESMIKAN: Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan bersama Bupati Sanggau Yohanes Ontot meresmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Entikong, simbol persatuan dan pelestarian budaya Dayak.

PONTIANAK POST — Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru resmi berdiri megah di Dusun Sontas, Desa Entikong, Kabupaten Sanggau. Peresmian rumah adat yang menjadi simbol persatuan masyarakat Dayak itu dilakukan Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, disaksikan langsung Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, Selasa (11/11). Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Pemprov Kalbar, perangkat daerah Kabupaten Sanggau, Forkopimcam Entikong, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang memenuhi halaman rumah betang.

Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menegaskan bahwa Entikong sebagai wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, pelestarian budaya dan kearifan lokal harus menjadi benteng utama dalam menjaga jati diri masyarakat Kalimantan Barat.

“Selamat atas diresmikannya Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru. Dengan adanya rumah betang ini, kita berharap aktivitas sosial dan budaya masyarakat, khususnya masyarakat Dayak, dapat berkembang lebih baik, terstruktur, dan semakin optimal,” ujarnya. Menurutnya, rumah betang bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan, tempat bermusyawarah, dan ruang pendidikan karakter bagi generasi muda agar tetap berakar pada budaya leluhur.

Krisantus juga mengingatkan bahwa derasnya arus informasi global dapat mengikis nilai tradisi. Ia pun mengajak generasi muda untuk memahami, menghormati, dan melestarikan warisan nenek moyang sambil tetap terbuka terhadap inovasi. “Budaya adalah identitas. Menjadi kewajiban kita bersama untuk menggali dan menjaga warisan ini agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.

Dalam prosesi peresmian, tamu undangan disambut dengan ritual adat berupa pemotongan bambu ompong di gerbang masuk, lengkap dengan pembacaan mantra adat. Wagub menilai, tradisi lisan seperti mantra dan bahasa adat harus segera didokumentasikan. “Jika tidak ditulis, beberapa tahun ke depan generasi muda akan kesulitan melakukannya kembali. Bahasa, mantra, dan tata cara adat perlu dibukukan agar tidak punah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyebut Rumah Betang Labak Nyeru sebagai wadah yang menyatukan pikiran, tindakan, dan kebersamaan masyarakat. “Ini adalah aset budaya yang harus kita jaga. Rumah betang mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan masyarakat yang bersatu dalam semangat budaya akan selalu kokoh menghadapi perubahan zaman,” kata Ontot. (mse)

Editor : Hanif
#peresmian #sanggau #warisan leluhur #Krisantus Kurniawan #Wagub Kalbar #pelestarian budaya #rumah betang #dayak