PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam penyediaan hunian layak.
Hal ini terlihat dalam penyerahan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan di Desa Pak Laheng, Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara Pemprov Kalbar dan TP PKK Provinsi Kalbar, yang sebelumnya telah dilaksanakan di 14 kabupaten/kota, dan kali ini secara simbolis di Kabupaten Mempawah.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalbar Damianus Kans Pangaraya mengungkapkan bahwa program ini terealisasi berkat langkah efisiensi anggaran operasional di lingkungan pemerintah provinsi.
“Ada beberapa kegiatan di kantor yang bisa dialihkan menjadi kegiatan bantuan RTLH. Ini adalah bentuk pemberian dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Damianus.
Damianus menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan wujud konsistensi pimpinan daerah dalam memprioritaskan anggaran yang bersentuhan langsung dengan rakyat, selaras dengan misi pemerintah provinsi, yakni Membangun dari Desa.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kalimantan Barat Erlina dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang terjalin solid, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa, dalam memvalidasi data penerima manfaat.
Erlina juga menyampaikan kabar baik khusus bagi masyarakat Kabupaten Mempawah terkait jumlah alokasi bantuan.
“PKK sebenarnya mendapat jatah 10 unit per kabupaten/kota. Namun, di sini kita beri bonus tambahan 5 unit, sehingga total menjadi 15 unit,” jelas Erlina, disambut tepuk tangan warga.
Setiap unit rumah mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp 30 juta. Bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat gotong royong dan swadaya masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan hunian mereka.
Meskipun bantuan telah disalurkan, Erlina mengingatkan bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar. Berdasarkan data, diperkirakan masih terdapat sekitar 600 hingga 700 unit rumah di wilayah tersebut yang masuk kategori tidak layak huni dan memerlukan intervensi bertahap.
Menutup sambutannya, Erlina berpesan agar bantuan ini tidak hanya dilihat dari sisi fisik bangunan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan keluarga yang sehat.
“Saya harap rumah ini dipelihara dengan baik. Selain itu, tata pekarangan rumah dengan menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga), agar hunian ini nyaman, asri, dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga,” pesan Erlina. (mse/r)
Editor : Hanif