PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalbar masa bakti 2025–2029 yang diketuai Stephani Yane, M.Pd. Kegiatan berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (20/1).
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua I Pengurus Pusat SOIna, Novia, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat SOIna Nomor SK-05/PP-SOIna/VII-2025 yang ditandatangani Warsito Ellwein. Pelantikan ini bertujuan menjaga kesinambungan program dan penguatan organisasi SOIna di daerah.
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa keberadaan SOIna merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan serta inklusivitas.
“Setiap keringat atlet di lapangan, setiap senyum relawan, dan setiap doa orang tua adalah bagian dari upaya membangun dunia yang lebih inklusif dan penuh harapan. Melalui olahraga, kita ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun kognitif bukanlah akhir, melainkan bagian dari keberagaman kehidupan,” ujar Norsan.
Ia mengingatkan bahwa peran SOIna tidak hanya sebatas pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar atlet bertalenta khusus mampu hidup mandiri dan berdaya di tengah masyarakat.
“Tugas pengurus bukan sekadar mencetak juara di podium, tetapi menghadirkan kemenangan dalam kehidupan sehari-hari bagi mereka. Pastikan tidak ada satu pun anak istimewa yang merasa berjalan sendirian,” tuturnya.
Gubernur juga mengaitkan semangat inklusivitas tersebut dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang pada 2025 mencapai 72,09 dan masuk kategori tinggi. Menurutnya, capaian tersebut harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas intelektual.
“Angka IPM bukan hanya statistik, tetapi harapan agar anak-anak bertalenta khusus memiliki masa depan yang lebih sehat, akses pendidikan yang lebih luas, dan kualitas hidup yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Pengurus Pusat SOIna, Novia, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan SOIna Kalbar yang telah ditetapkan sejak Juli 2025. Ia berharap SOIna menjadi ruang aman dan inklusif bagi anak-anak bertalenta khusus untuk berkembang dan berprestasi.
“Kami yakin mereka mampu jika diberi ruang dan kesempatan. Selain berkontribusi di tingkat nasional, Kalimantan Barat juga diharapkan dapat ambil bagian dalam ajang internasional, termasuk di Chili pada 2027,” ujarnya.
Ketua SOIna Kalbar periode 2025–2029, Stephani Yane, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap penyandang disabilitas intelektual. Ia juga menyinggung capaian prestasi atlet SOIna Kalbar pada ajang sebelumnya di Semarang.
“Pada cabang renang, atlet Suwarto meraih medali perak, sementara Rian memperoleh medali perunggu pada nomor lari 100 meter. Ke depan, kami berharap dapat terus mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Berdasarkan surat keputusan pengukuhan, pengurus SOIna Kalimantan Barat periode 2025–2029 diamanatkan menjalankan program olahraga khusus, kegiatan non-olahraga, serta pengembangan seni dan budaya bagi Orang Bertalenta Khusus (OBK).
Sebagai agenda strategis, kepengurusan baru ini akan mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Special Olympics Indonesia Nasional (PESONAS) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari tahapan menuju Special Olympics World Games 2027. (mse/r)
Editor : Hanif