PONTIANAK POST - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas hasil hutan bukan kayu khususnya pada produk madu kelulut. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat DLHK Kalbar, Setiyo Haryani mengatakan Kalbar memiliki cukup banyak kelompok peternak madu kelulut sehingga penting untuk diorganisir secara kolaboratif dan terintegrasi.
“Sehingga pengembangan madu kelulut benar-benar berdampak positif baik bagi masyarakat yang butuh hidup sehat,” ungkapnya, usai membuka pelatihan peningkatan produk madu kelulut, Rabu (18/2).
Pelatihan peningkatan produk madu kelulut pun digelar kepada para Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari enam Kabupaten di Kalimantan Barat. Pelatihan ini dilakukan agar peternak madu kelulut yang berada di sekitar kawasan hutan bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan usaha sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarganya tanpa harus merusak hutan
“Dan tentunya untuk peternak madu kelulut dari KUPS bisa meningkat kesejahteraannya,” kata dia.
Pihaknya mendorong para pengelola KUPS memiliki kemampuan yang mumpuni dalam manajemen usahanya sehingga semakin profesional serta memiliki kemampuan teknis dalam menciptakan madu kelulut yang berkualitas.
“Harapan kami, peserta bisa mendapatkan tambahan pendapatan tanpa harus merusak lingkungan, tanpa harus merusak hutan yang ada sehingga hutan tetap lestari,” katanya.
Pengusaha madu kelulut, Syf M Syaifudin mengatakan kelulut di berbagai daerah di Indonesia memiliki penyebutannya yang berbeda sehingga menjadi tantangan dalam upaya pemasaran madu kelulut di pasar nasional maupun internasional. Ia mendorong penyebutan madu kelulut dengan nama madu trigona Kalbar.
“Kalbar mesti kompak dalam penamaan atau penyebutan madu kelulut dengan branding madu trigona Kalbar agar lebih mudah dikenal di pasar nasional dan internasional,” kata Owner Madu Syaiful ini.
Pengembangan kelulut atau trigona di Kalbar menurutnya sangat baik dan memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah beradaptasi dengan baik, serta produksi yang konsisten. Selain itu, kualitas dan khasiat madu jauh lebih unggul, dan lebah tidak mudah bermigrasi atau kabur.
“Mudah dibudidayakan dan perawatan, serta hasil madu dapat masuk di pasar industry,” ujarnya.
Penggiat madu kelulut, Trino menekankan bahwa madu ini punya pasar yang bagus, mengingat trend masyarakat saat ini ingin hidup sehat secara alami. Madu kelulut pun dapat menjadi solusi untuk hidup sehat.
“Kuncinya adalah bagaimana peternak madu kelulut bisa memiliki produk yang berkualitas, rutin produksi dan menemukan segmentasi pasar yang tepat sehingga penting untuk memahami bagaimana menyusun bisnis model canvasnya masing-masing,” katanya. (sti)
Editor : Hanif