PONTIANAK POST – Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat berlangsung hangat dan penuh makna. Kegiatan yang diinisiasi kolaborasi 23 organisasi Tionghoa di Kalbar itu tak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum meneguhkan persaudaraan, toleransi, dan komitmen membangun daerah.
Ketua Panitia Ng Miaw Phin dalam sambutannya menegaskan, perayaan Imlek kali ini mengusung semangat “Menebar Kebaikan, Menuai Keharmonisan dalam Pembangunan”. Ia menyebut keberagaman sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan Kalbar.
“Perayaan ini bukan hanya seremoni, tetapi simbol bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan persatuan adalah syarat utama menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah,” ujar Ng Miaw Phin, Rabu (25/2) sore.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyalurkan bantuan kepada 26 badan pemadam kebakaran di Kota Pontianak dan sekitarnya. Bantuan tersebut, kata dia, merupakan wujud apresiasi atas dedikasi para petugas yang berada di garda terdepan dalam situasi darurat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, organisasi, dan relawan yang mendukung terselenggaranya acara secara tertib dan penuh makna. Menutup sambutannya, ia mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili serta selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah bagi umat muslim, seraya berharap semangat toleransi tetap terjaga di tengah masyarakat.
Dalam rangkaian acara, dibacakan pula narasi reflektif tentang makna Imlek oleh Sutadi. Lampion-lampion yang menyala digambarkan sebagai simbol harapan yang tak pernah padam. Tahun baru menjadi momentum untuk memperbarui diri, menanam kebaikan, dan membangun harmoni.
Disampaikan bahwa pembangunan bukan semata tentang jalan dan gedung, melainkan tentang membangun kepercayaan, menegakkan keadilan, dan memperkuat kepedulian antarsesama. Perbedaan disebut bukan sebagai jarak, tetapi warna yang memperkaya kehidupan bersama. Tahun Kuda Api dimaknai sebagai simbol semangat, keberanian, dan energi untuk melangkah lebih maju demi kesejahteraan yang merata.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dalam sambutannya mengucapkan selamat merayakan Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh warga Tionghoa di Kalbar. Ia mendoakan agar masyarakat diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan di Tahun Kuda Api.
“Atas nama Pemprov Kalbar, saya mengajak kita semua menjaga dan membangun Kalbar yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam suasana santai, ia sempat berpantun dan berinteraksi dengan para penampil tari lintas etnis. Namun di balik candaan tersebut, ia menegaskan pesan serius tentang pentingnya keaslian budaya dan penghargaan terhadap identitas masing-masing suku.
Ia menekankan bahwa Kalbar memiliki 24 suku yang harus dijaga dan dirangkul bersama. Menurutnya, perbedaan ibarat bahan-bahan yang menyatu membentuk bangunan kokoh, seperti pendopo gubernur yang melindungi semua orang dari panas dan hujan.
“Tidak ada lagi istilah asli atau tidak asli, pendatang atau bukan pendatang. Semua yang hidup dan mengabdi di Kalbar adalah warga Kalbar,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mendorong masyarakat Tionghoa yang dikenal memiliki kemampuan bisnis untuk menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia mengingatkan agar peluang usaha dimanfaatkan secara maksimal, namun tetap dalam koridor hukum.
“Kalimantan Barat ini milik kita bersama. Jangan takut berusaha, tapi usaha yang halal. Kalau melanggar hukum, tentu akan berhadapan dengan pemerintah,” katanya.
Menutup sambutan, Krisantus kembali mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat rasa memiliki terhadap Kalimantan Barat. Dengan sense of belonging yang tinggi, ia optimistis daerah ini akan tumbuh aman, tenteram, harmonis, dan sejahtera di tengah keberagaman.(mse/r)
Editor : Hanif