Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Golkar Kalbar Siap Gelar Musda XI, Usung Konsep “Riang Gembira” di Tengah Ramadan

Deny Hamdani • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:52 WIB

 

Para pengurus partai Golkar Kalbar mengelar jumpa pers terkait persiapan Musda XI akan digelar pada 7 Maret 2026 di Hotel Golden Tulip, Pontianak pada hari Kamis(5/3) di Novotel Hotel, Pontianak.
Para pengurus partai Golkar Kalbar mengelar jumpa pers terkait persiapan Musda XI akan digelar pada 7 Maret 2026 di Hotel Golden Tulip, Pontianak pada hari Kamis(5/3) di Novotel Hotel, Pontianak.



PONTIANAK POST – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI akan digelar pada 7 Maret 2026 di Hotel Golden Tulip, Pontianak.

Agenda lima tahunan partai tersebut dipastikan tetap berjalan meski dilaksanakan di tengah bulan suci Ramadan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar sekaligus Penanggung Jawab Musda XI, Prabasa Anantatur, mengatakan kepastian pelaksanaan Musda baru dapat diumumkan setelah pihaknya menerima surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Selama ini teman-teman media sering menanyakan kapan Musda Golkar Kalbar digelar. Hari ini saya bisa menjawab karena sudah ada surat resmi dari DPP yang menyatakan Musda dilaksanakan pada 7 Maret,” ujar Prabasa saat jumpa pers dan buka puasa bersama media di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Musda dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 6 hingga 8 Maret 2026.


Menurut Prabasa, Musda kali ini mengusung konsep “Musda Riang Gembira”, sebuah pendekatan yang diharapkan mampu menjaga suasana kondusif di tengah dinamika demokrasi internal Partai Golkar.


“Musda Golkar kali ini mudah-mudahan berlangsung riang gembira, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan. Kami berharap suasana demokrasi tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Prabasa mengakui bahwa dalam sejarah Musda Golkar di Kalimantan Barat, dinamika kompetisi sering kali berlangsung cukup sengit.

Namun ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang tumbuh dalam tubuh partai.

“Golkar ini memang dididik untuk berdemokrasi sejak era reformasi. Dinamika dalam Musda adalah hal biasa, tetapi setelah itu kami tetap bersatu kembali,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabasa juga menyinggung capaian kepemimpinan DPD Golkar Kalbar selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Maman Abdurrahman.

Ia menyebutkan bahwa selama periode 2020–2025, Golkar Kalbar mengalami peningkatan perolehan kursi legislatif di berbagai daerah.


“Jika dihitung, pada 2019 jumlah kursi Golkar di kabupaten/kota sekitar 64 kursi. Dalam lima tahun terakhir meningkat menjadi 74 kursi. Di tingkat DPRD provinsi juga naik dari delapan menjadi sembilan kursi,” jelasnya.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya untuk memperkuat konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang.

Prabasa menambahkan, panitia penyelenggara Musda XI telah melakukan berbagai persiapan teknis yang saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

Seluruh undangan kepada peserta Musda, termasuk DPD Golkar kabupaten/kota, organisasi sayap, dan unsur partai lainnya telah disampaikan dan sebagian besar telah menyatakan kesiapan hadir.

“Setiap daerah akan diwakili oleh lima peserta. Secara umum seluruh persiapan sudah hampir rampung,” katanya.

Musda XI Partai Golkar Kalbar akan dihadiri sejumlah pengurus pusat. Meski Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dipastikan tidak hadir dalam forum tersebut, ia disebut akan datang saat pelantikan ketua terpilih.

Adapun perwakilan DPP yang dijadwalkan hadir di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Wihaji, Ketua Bidang Koordinator Wilayah Kalbar dan Kalteng Muhtarudin, serta Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Zulpikar R.C. Sadikin.

Mereka-mereka yang hadir adalah rata-rata menteri dari kabinet sekarang.

Prabasa menyatakan Musda XI tidak hanya akan memilih Ketua DPD Golkar Kalbar yang baru, tetapi juga menjadi forum untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi partai ke depan.

Terkait bursa calon ketua, ia menyebutkan peluang terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan organisasi.

“Semua kader Golkar berhak untuk maju sebagai calon ketua. Namun tentu ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara,” katanya.

Dalam Musda XI ini, terdapat sekitar 20 pemilik suara yang terdiri dari DPD Golkar kabupaten/kota, organisasi pendiri dan yang didirikan, organisasi sayap, serta unsur pimpinan partai lainnya.

Meski sejumlah nama mulai disebut-sebut berpotensi maju sebagai calon ketua, Prabasa menegaskan pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah kandidat yang akan mendaftar.

“Kita tunggu saja proses pendaftaran dibuka. Siapa pun kader yang memenuhi syarat dipersilakan maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Musda XI Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, menegaskan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai tahapan pelaksanaan Musda sesuai arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Ia menyebutkan bahwa kepastian pelaksanaan Musda XI diperoleh setelah turunnya surat persetujuan resmi dari DPP Partai Golkar. Panitia kemudian langsung mempercepat seluruh proses persiapan.

“Secara pengantar tadi sudah disampaikan oleh Pak Prabasa selaku Sekretaris DPD Golkar Kalbar sekaligus penanggung jawab Musda. Intinya surat persetujuan dari DPP sudah turun dan kami langsung menyiapkan seluruh tahapan menuju Musda XI,” kata Ichfany.

Menurut dia, panitia penyelenggara juga mendapat dukungan dari berbagai unsur organisasi partai, termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang bertugas mengawal pelaksanaan Musda.

Selain itu, DPP Partai Golkar turut memberikan asistensi melalui tim khusus yang mendampingi penyelenggaraan Musda di seluruh provinsi.

“Alhamdulillah untuk Musda ke-11 ini kami juga dibantu oleh tim Advan dari DPP Partai Golkar yang memberikan asistensi terhadap seluruh pelaksanaan Musda di tingkat provinsi,” ujarnya.

Ichfany memastikan hingga saat ini persiapan Musda masih berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi yang kondusif.

“Sejauh ini semua masih on progress dan berjalan lancar. Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak serta keberkahan bulan Ramadan, Musda XI Golkar Kalbar dapat berlangsung dengan baik dan penuh suasana gembira,” katanya.

Ketua Organizing Committee (OC) Musda XI, Nugroho Hendray Eka Saputra, menambahkan bahwa seluruh aspek teknis pelaksanaan Musda telah dipersiapkan oleh panitia.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Musda akan dipusatkan di Hotel Golden Tulip Pontianak, sementara akomodasi peserta disiapkan di Hotel Ibis.

“Pelaksanaan Musda pada tanggal 7 Maret nanti di Golden Tulip, sementara untuk penginapan peserta kita siapkan di Hotel Ibis,” jelas Nugroho.

Panitia juga telah mengirimkan undangan resmi kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Menurutnya, sebanyak 14 DPD Golkar kabupaten/kota telah menerima undangan dan mengirimkan surat mandat peserta yang akan hadir dalam Musda.

“Undangan sudah kami sampaikan kepada seluruh DPD kabupaten/kota dan semuanya sudah menyampaikan surat mandat peserta untuk mengikuti Musda XI,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga telah melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari fasilitas pelaksanaan kegiatan, publikasi, hingga koordinasi dengan aparat keamanan.

“Termasuk pemberitahuan kepada pihak terkait, khususnya aparat keamanan, juga sudah kami lakukan agar pelaksanaan Musda berjalan aman dan tertib,” kata Nugroho.

Di sisi lain, Tim Steering Committee (SC) Musda XI, Jamaan Elvi Eluwis, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh materi dan tahapan pelaksanaan Musda, termasuk proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Kalbar.

Ia menjelaskan bahwa tahapan penjaringan calon akan segera dimulai sesuai dengan pedoman organisasi yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.

“Kami dari tim SC sudah menyiapkan seluruh materi Musda berikut tahapan-tahapannya. Penjaringan bakal calon juga segera dimulai dan nanti seluruh berkas calon akan diverifikasi oleh SC,” ujarnya.

Menurut Jamaan, proses penjaringan tersebut mengacu pada petunjuk pelaksanaan (Juklak) Nomor 02 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Musyawarah Daerah Partai Golkar.

Dalam aturan tersebut, setiap bakal calon ketua diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk dukungan dari pemilik suara di tingkat daerah.

“Salah satu syarat utama adalah dukungan minimal 30 persen dari DPD tingkat II atau pemilik suara. Jadi semua proses akan mengikuti aturan organisasi yang berlaku,” katanya. (den)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Musda #golkar #kalimantan barat #2026