PONTIANAK — Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat menerapkan standar ketat dalam menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11-17 September 2026.
Peserta yang tidak mampu mencapai nilai minimal dalam try out dipastikan tidak akan diberangkatkan mewakili Kalbar pada ajang nasional tersebut.
Ketegasan itu disampaikan Ketua Umum LPTQ Kalbar, H. Andi Musa, saat memimpin rapat persiapan MTQ Nasional di Sekretariat LPTQ Kalbar, Sabtu (9/5/2026). Rapat diikuti calon peserta, pelatih, dan pengurus LPTQ Kalbar secara langsung maupun melalui Zoom karena peserta berasal dari berbagai daerah di Kalbar.
Andi Musa menegaskan, pemusatan pelatihan yang berlangsung 11-17 Mei 2026 bukan sekadar latihan rutin, melainkan juga menjadi ajang penilaian dan seleksi akhir bagi seluruh calon peserta.
“Peserta yang tidak mencapai standar nilai LPTQ Kalbar dalam try out bisa dibatalkan statusnya sebagai peserta MTQ Nasional dan diganti dengan peserta lain,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar Kalbar benar-benar mengirim peserta terbaik yang memiliki kesiapan mental, kemampuan, dan kualitas untuk bersaing di tingkat nasional.
LPTQ Kalbar menetapkan standar nilai minimal yang wajib dicapai peserta dalam try out, yakni tilawah 92, qira’at 94, hafalan 95, kaligrafi 93, serta karya tulis Al-Quran dan hadis 90.
“Ini bukan sekadar formalitas. Standar ini dibuat agar peserta benar-benar siap bertanding dan mampu membawa nama baik Kalbar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjalani pelatihan secara serius dan sungguh-sungguh. Sebab, seluruh proses penilaian akan dilakukan secara profesional tanpa kompromi.
“Kita tidak ingin ada peserta lolos hanya karena rasa iba atau pertimbangan subjektif. Dewan hakim harus objektif dalam memberikan penilaian,” katanya.
Menurut Andi Musa, LPTQ Kalbar memiliki tanggung jawab moral terhadap Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah memberikan dukungan anggaran dalam pembinaan peserta MTQ.
“Karena itu kita harus bekerja maksimal dan profesional agar Kalbar bisa berprestasi. Target kita minimal masuk 15 besar nasional, bahkan kalau bisa menembus 10 besar,” katanya.
Penetapan calon peserta dan pelatih sendiri telah dilakukan sejak September 2025 berdasarkan hasil MTQ Kalbar di Kapuas Hulu. Jumlah calon peserta sebanyak 50 orang tanpa cabang tafsir.
LPTQ Kalbar juga menyiapkan satu peserta cadangan untuk cabang hafalan 30 juz putra. Posisi itu diisi Muzib, juara kedua cabang 30 juz putra, menyusul Yusuf Mubaraq selaku juara pertama saat ini sedang melanjutkan studi di Mesir.**