Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Terobosan Baru RSUD Soedarso, Pasien Jantung Bawaan Kini Bisa Ditangani Tanpa Bedah

Idil Aqsa Akbary • Senin, 11 Mei 2026 | 13:14 WIB
Ilustrasi dalam grafis
Ilustrasi dalam grafis

PONTIANAK POST – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDSoedarso kembali mencatat tonggak baru dalam pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.

Untuk pertama kalinya, rumah sakit rujukan utama di Kalbar itu berhasil melakukan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan tanpa operasi terbuka melalui metode PDA Device Closure dan ASD Device Closure.

Tindakan medis tersebut dilakukan dalam kegiatan proctorship bersama tim dokter dari RSJPD Harapan Kita Jakarta sebagai bagian dari penguatan layanan jantung di daerah, pada 8-9 Mei 2025.

Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi mengatakancapaian ini menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan jantung di Kalbar.

Baca Juga: Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Tertinggi se-Kalimantan

“Kegiatan ini merupakan tindakan pertama yang dilakukan di RSUD Soedarsodan juga pertama di Kalbar. Ini bagian dari percepatan program layanan prioritas nasional terkait layanan jantung,” ujarnya saat konferensi pers terkait proctorship tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PDA Device Closure dan ASD Device Closure) di Pusat Jantung Terpadu RSUD Soedarso, Sabtu (9/5).

Selama ini, lanjut dia, pasien jantung bawaan di Kalbar harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Dengan adanya layanan ini, masyarakat kini bisa menjalani tindakan medis langsung di Kota Pontianak.

“Dengan adanya tindakan ini, masyarakat tidak perlu lagi selalu dirujuk keluar daerah. Ini menjadi awal bagi RSUD Soedarso untuk melakukan berbagai tindakan terkait penyakit jantung bawaan secara mandiri,” katanya.

Ia mengungkapkan, kasus jantung bawaan di Kalbar tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data rumah sakit, sejak Agustus 2025 hingga Mei 2026, jumlah kunjungan pasien ke poli jantung bawaan mencapai sekitar 800 kasus.

“Rata-rata setiap minggu ada tujuh pasien yang harus dirujuk keluar daerah. Ini menunjukkan kasus jantung bawaan di Kalbar cukup banyak,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerataan Layanan Jantung di Kalbar, RSUD Soedarso Luncurkan Program Fellowship

Menurutnya, kehadiran layanan ini akan sangat membantu masyarakat, terutama dari sisi akses, dan biaya. “Sekarang masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan. Tindakan ini juga ditanggung BPJS, sehingga sangat membantu pasien,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, tim dokter dari RSJPD Harapan Kita, dr. Radityo Prakoso menjelaskanperkembangan teknologi telah membuat penanganan penyakit jantung bawaan semakin modern.

“Dulu penanganannya melalui operasi terbuka. Tapi sejak tahun 2000 mulai dilakukan tanpa operasi melalui cathlab menggunakan sinar X,” ujarnya.

Bahkan sejak 2018, Indonesia telah mengembangkan metode yang lebih canggih, yakni penutupan sekat jantung tanpa radiasi. “Indonesia menjadi pelopor di Asia Tenggara untuk tindakan penutupan defek tanpa radiasi. Sampai hari ini kami sudah melakukan sekitar 1.000 prosedur,” ungkapnya.

Ia menilai kesiapan RSUD Soedarso sudah sangat baik, baik dari sisi peralatan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). “Hardware dan software sudah tersedia. Kami juga melihat tim di RSUD dr Soedarso sudah mampu mengerjakan tindakan ini secara mandiri,” katanya.

Baca Juga: Dokter Ungkap Kesepian Bisa Picu Penyakit Jantung dan Stroke, Risikonya Naik 32 Persen

Sementara itu, dokter spesialis jantung RSUD Soedarso, Anindia Wardani menjelaskantindakan yang mereka lakukan bertujuan menutup kelainan sekat jantung yang berlubang, baik pada bayi maupun pasien dewasa.

“Kalau dulu pasien harus menjalani operasi besar, sekarang cukup menggunakan metode minimal invasif melalui pembuluh darah di paha,” jelasnya.

Prosedur tersebut dinilai lebih aman dengan masa pemulihan yang lebih cepat dibanding operasi terbuka. Dimana ada enam pasien yang mendapat tindakan selama dua hari proctorship tersebut berlangsung. 

“Tindakan hanya sekitar satu sampai dua jam dengan bius total. Pasien masuk hari ini, besok tindakan, lalu bisa pulang. Dari enam pasien yang kami tangani, hasil evaluasi semuanya baik,” ujarnya.

Ke depan, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar itu berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan intervensi jantung modern. Sehingga masyarakat Kalbar dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus ke luar daerah, atau bahkan ke luar negeri. (bar)

Editor : Hanif
#kalbar #operasi #penyakit jantung #RSUD Soedarso