Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Calon Rektor IAIN Pontianak: Moh Yusuf Hidayat Usung Transformasi Menuju UIN Berbasis Digital dan Berdaya Saing Global

Deny Hamdani • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:25 WIB
Dosen Pascasarjana IAIN Pontianak, Dr. Moh Yusuf Hidayat, S.Pd.I., M.Pd. (ISTIMEWA)
Dosen Pascasarjana IAIN Pontianak, Dr. Moh Yusuf Hidayat, S.Pd.I., M.Pd. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Dosen Pascasarjana IAIN Pontianak, Dr. Moh Yusuf Hidayat, S.Pd.I., M.Pd, menyatakan kesiapannya mengikuti proses pemilihan Rektor IAIN Pontianak. Sedikitnya bakalan ada 9 kandidat yang bakalan ikut bertarung. Membawa visi transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN) yang unggul, berbasis digital, serta berdaya saing global.

Dalam dokumen visi, misi, dan program kerja yang disusunnya, Moh Yusuf menempatkan percepatan alih status IAIN Pontianak menjadi UIN sebagai agenda utama kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin kampus Islam negeri tersebut.

Mengusung visi "Mewujudkan Transformasi IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak yang Unggul, Berbasis Digital, dan Berakhlak Mulia dalam Kajian Keilmuan, Keislaman serta Kebudayaan Borneo Berdaya Saing Global," ia menilai transformasi kelembagaan harus dibarengi peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta penguatan karakter sivitas akademika.

Baca Juga: Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Kaji Praktik Toleransi Beragama di Mempawah

"Transformasi menuju UIN harus diikuti penguatan mutu pendidikan, riset, tata kelola, dan kerja sama internasional sehingga mampu memberikan pengakuan di tingkat global," demikian garis besar visi yang tertuang dalam dokumen tersebut.

Dalam program kerjanya, Moh Yusuf menyiapkan pembentukan Satuan Tugas Percepatan UIN dan Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengawal seluruh proses administrasi perubahan status kelembagaan hingga pemerintah pusat.

Ia juga menargetkan digitalisasi menyeluruh melalui konsep Smart Campus yang mengintegrasikan layanan akademik, administrasi, keuangan, hingga sistem evaluasi berbasis teknologi informasi.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian dengan mendorong percepatan dosen meraih gelar doktor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar melalui berbagai program pendampingan dan hibah penelitian.

Baca Juga: Dr. MISDAH, S.Ag, M.Pd Calon Rektor IAIN Pontianak: Tegaskan Komitmen pada Islam Wasathiyah dan  Kebangsaan yang Berkemajuan

Target Akreditasi Unggul

Di bidang akademik, Moh Yusuf menargetkan lebih banyak program studi memperoleh akreditasi unggul melalui pembentukan Klinik Akreditasi Unggul.

Ia juga berkomitmen menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang memadukan kajian keislaman dengan kearifan lokal Borneo.

Penguatan karakter mahasiswa dilakukan melalui optimalisasi Ma'had Al-Jami'ah, pendidikan moderasi beragama, serta pembentukan pusat pengembangan karier untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Jadikan IAIN Pusat Kajian Borneo

Pada bidang penelitian, Moh Yusuf menargetkan IAIN Pontianak menjadi pusat kajian Islam dan kebudayaan Borneo bertaraf internasional.

Program tersebut akan didukung melalui hibah riset internasional, pertukaran peneliti, menghadirkan profesor tamu dari luar negeri, hingga peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional.

Ia juga menyiapkan pendampingan jurnal internal agar mampu meningkatkan akreditasi nasional maupun indeksasi global.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Taksi Online di Depan IAIN Pontianak

Penguatan jejaring internasional menjadi salah satu program prioritas. Kerja sama akan difokuskan dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia, Brunei Darussalam, kawasan ASEAN, hingga lembaga pendidikan internasional melalui program joint research, joint degree, pertukaran mahasiswa, dosen, serta KKN Internasional.

Di bidang pengabdian masyarakat, ia menawarkan konsep desa binaan berbasis riset dan penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat.

Rekam Jejak Akademik

Moh Yusuf Hidayat lahir di Banyuwangi, 17 Maret 1976. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana di STAIN Pontianak, Magister dan Doktor Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Saat ini ia menjabat Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) Pascasarjana IAIN Pontianak serta berpangkat Pembina (IV/a) dengan jabatan fungsional Lektor Kepala.

Baca Juga: FEBI IAIN Pontianak Dorong Kolaborasi Syariah

Selama berkarier, ia pernah menjadi Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Pontianak, anggota Senat IAIN Pontianak, serta aktif dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA), LP Ma'arif NU, PWNU Kalimantan Barat, dan ICMI.

Di bidang akademik, Moh Yusuf telah menghasilkan sejumlah buku, artikel ilmiah, penelitian, serta mengikuti berbagai pelatihan dan short course internasional di Arab Saudi, Mesir, dan Brunei Darussalam.

Melalui pengalaman akademik, kepemimpinan, serta jejaring internasional yang dimiliki, Moh Yusuf menawarkan agenda besar transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN yang modern, berorientasi mutu, dan mampu menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam serta kebudayaan Borneo di tingkat global. (den)

Editor : Miftahul Khair
#calon rektor #Visi #program kerja #IAIN Pontianak