PONTIANAK POST - Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kementerian Kesehatan Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Bekerjasama dengan Puskesmas Saigon Kecamatan Pontianak Timur, pengabdian masyarakat itu berfokus pada edukasi pocket book digital pada kelas ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting.
Ketua Pengabmas Aspia Lamana menjelaskan, jika kegiatan tersebut sudah dilakukan bersama tim di bulan Mei lalu. “Fokus kami melakukan edukasi pocket book digital pada kelas ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting khususnya di wilayah kerja Puskesmas Saigon,” terangnya.
Bersama timnya, Dessy Hidayati dan Rakhmawati, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting melalui kelas ibu hamil dengan penyuluhan menggunakan pocket book digital.
Baca Juga: Bidan Sahabat Keluarga, Upaya Bersama Cegah Stunting di Kelurahan Sungai Beliung
Metode kegiatannya terlebih dulu dilakukan survey dan analisis situasi kegiatan. Meliputi pengumpulan data dan informasi secara partisipatif dari petugas kesehatan di Puskesmas Saigon, masyarakat dan pemerintah kelurahan Saigon mengenai kondisi kesehatan.
Lalu barulah menetapkan prioritas masalah tim pengabdian masyarakat bersama mitra Kelurahan Saigon buat menentukan prioritas masalah berdasarkan survei pendahuluan dan analisis situasi.
Sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah Kelurahan Saigon berjumlah 30 orang. Pada tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan koordinasi kepada pihak Puskesmas. Koordinasi bertujuan untuk mempersiapkan kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya menjelaskan tujuan, sasaran,waktu pelaksanaan serta persiapan sarana prasarana lainnya.
“Saat pelaksanaan kegiatan kami awali dengan memberikan kuesioner pre test pada responden yang berisi 20 pertanyaan. Selanjutnya kami beri pendampingan berupa pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan menjelaskan cara mengakses media pocket book digital melalui handphone,” ujarnya.
Baca Juga: BPN Kapuas Hulu Terbitkan 200 Sertifikat PTSL, Target 5.000 Bidang pada 2026
Setelah dipastikan responden berhasil mengakses pocket book digital, kemudian responden diberi waktu selama 3 hari untuk membaca dan memahami isi pocket book digital. Monitor lanjutan dilakukan melalui group whats up selama 3 hari sampai waktu post test dilakukan. Kemudian di hari ke 4 dilakukan post test untuk mengukur keefektifan pocket book digital melalui pengisian kuesioner yang berisi 20 pertanyaan.
Monitoring Evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner pre dan post test saat setelah dilakukan penyuluhan, untuk keberlanjutan informasi yang disampaikan, link media edukasi akan diserahkan pada bidan koordinator wilayah setempat untuk dapat digunakan pada kegiatan. Serta melihat keberhasilan jangka panjang dengan indikator faktor penyebab stunting pada masa prenatal di Puskesmas Saigon dapat teratasi dengan baik.
Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan dari pemberian pocket book digital pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pocket book digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting bisa diterima.
Peningkatan median skor dari 80 menjadi 90 serta perubahan distribusi nilai yang menunjukkan tidak ada lagi responden dengan nilai di bawah 80 setelah intervensi mencerminkan dampak nyata dari pocket book digital dalam memperbaiki kapasitas pengetahuan ibu hamil. Dari 30 responden, sebanyak 29 orang mengalami peningkatan nilai (positive ranks) dan hanya 1 orang yang tidak mengalami perubahan nilai (ties), sedangkan tidak ada responden yang mengalami penurunan nilai (negative ranks).
Hasil ini menggambarkan bahwa pocket book digital mampu menjangkau hampir seluruh responden secara efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang pencegahan stunting. Secara mekanistik, pocket book digital bekerja melalui penyajian informasi yang ringkas dan visual sehingga mudah diserap, kemudahan akses yang memungkinkan pembelajaran mandiri berulang kali, serta relevansi konten dengan kebutuhan nyata ibu hamil terkait gizi, pertumbuhan janin, dan pencegahan stunting sejak masa prenatal.(iza/ser)
Editor : Hanif