Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kualitas Air Parit Sungai Bangkong Meningkat hingga 50 Persen Setelah Penaburan Eco Enzyme

Uray Ronald • Jumat, 17 Juli 2026 | 22:15 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan penaburan cairan eco enzyme secara simbolis di Parit Jalan HOS Cokroaminoto yang merupakan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Pontianak, Jumat (17/7/2026).(Prokopim)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan penaburan cairan eco enzyme secara simbolis di Parit Jalan HOS Cokroaminoto yang merupakan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Pontianak, Jumat (17/7/2026).(Prokopim)

 

PONTIANAK POST – Upaya Pemerintah Kota Pontianak memperbaiki kualitas lingkungan melalui pemanfaatan eco enzyme mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, kualitas air di Parit Sungai Bangkong yang menjadi lokasi penaburan eco enzyme beberapa pekan lalu meningkat sekitar 30 hingga 50 persen.

Hasil pengujian menunjukkan adanya tren perbaikan kualitas air. Sejumlah parameter mengalami perubahan positif, di antaranya peningkatan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) dari 0,42 miligram per liter menjadi 0,54 miligram per liter, serta penurunan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 10 hingga 40 persen.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penaburan eco enzyme yang dilakukan di parit Jalan Alianyang sekitar dua hingga tiga pekan lalu memberikan dampak nyata terhadap kualitas air.

"Setelah dilakukan pengujian laboratorium, terdapat peningkatan kualitas air. Kadar oksigen yang sebelumnya rendah mengalami peningkatan, begitu juga indikator lainnya. Secara keseluruhan ada peningkatan kualitas sekitar 30 hingga 50 persen," ujarnya usai melakukan penaburan cairan eco enzyme secara simbolis di Parit Jalan HOS Cokroaminoto yang merupakan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Pontianak, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Pemkot Pontianak Tebarkan 1.900 Liter Eco Enzyme untuk Pulihkan Kualitas Air Parit

Hasil Uji Laboratorium Tunjukkan Tren Positif

Edi menilai hasil pengujian laboratorium menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam meningkatkan kualitas air pada jaringan parit di Kota Pontianak.

Ia berharap pemanfaatan eco enzyme dapat menjadi salah satu solusi yang terus dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Pelajar Dilibatkan Melalui MPLS

Penaburan eco enzyme di Parit Jalan HOS Cokroaminoto juga melibatkan peserta didik baru SMP Negeri 1 Pontianak sebagai bagian dari kegiatan MPLS.

Menurut Edi, keterlibatan pelajar diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Kita terus mengajak para pelajar, mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK untuk bersama-sama menjaga lingkungan, baik di sekolah, lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan di sekitar mereka," katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Edi juga menekankan pentingnya penghijauan sebagai bagian dari pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mulai mengelola sampah dari sumbernya masing-masing.

"Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pengelolaan sampah dari rumah tangga menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan di Kota Pontianak," sebutnya.

DLH Terus Lakukan Pemantauan Berkala

Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan hasil laboratorium menunjukkan adanya respons biologis yang positif terhadap ekosistem perairan.

“Hasil laboratorium juga menunjukkan kadar nitrat turun hingga mendekati 50 persen. Ini menjadi indikator bahwa kandungan nutrien penyebab pencemaran mulai berkurang sehingga potensi pertumbuhan alga secara berlebihan juga semakin kecil,” ungkapnya.

Meski demikian, DLH akan terus melakukan pemantauan dan pengujian secara berkala untuk memastikan peningkatan kualitas air berlangsung secara konsisten. Hasil tersebut juga akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan di Kota Pontianak.

Baca Juga: DPRD Pontianak Dorong PDAM Cari Solusi Kualitas Air Bersih Saat Kemarau

SMP Negeri 1 Jadikan Eco Enzyme Bagian Pembelajaran

Kepala SMP Negeri 1 Pontianak, Kiswanti, mengatakan penaburan eco enzyme menjadi bagian dari tema MPLS tahun ini, yakni "MPLS Ramah, Hijau, dan Berkarakter".

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, saling menghargai, dan saling memuliakan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik baru.

"Kami tidak hanya menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, saling menghargai, dan saling memuliakan, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satunya melalui penaburan ekoenzim," terangnya.

Kiswanti menjelaskan, eco enzyme yang digunakan merupakan hasil proses pembelajaran kokurikuler sejak Februari 2026 yang melibatkan seluruh siswa dan guru.

Dari kegiatan tersebut, siswa menghasilkan 286 liter eco enzyme, sedangkan para guru memproduksi 100 liter. Program ini menjadi bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Pontianak sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional yang tengah menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Siswa Antusias Belajar Mengolah Sampah Organik

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswi kelas VIII C SMP Negeri 1 Pontianak, Christine Agusta Putri Irawan, mengatakan eco enzyme memiliki berbagai manfaat, seperti membantu menjernihkan selokan yang tercemar dan membunuh kuman.

Sementara itu, Isabel Dhani Pudiarjo mengaku tertarik mencoba membuat eco enzyme di rumah karena dapat memanfaatkan sisa kulit buah menjadi kompos.

“Kami senang terlibat dalam aksi ini sebagai bentuk kepedulian lingkungan,” ucapnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, pemanfaatan eco enzyme diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas air di Kota Pontianak, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan sejak usia dini.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : prokopim pontianak
eco enzyme Pontianak kualitas air Parit Sungai Bangkong penaburan eco enzyme DLH KOTA PONTIANAK Edi Rusdi Kamtono