Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Sarasehan Durian di Pontianak Bahas Strategi Pemupukan hingga Pengembangan Varietas Unggul Kalbar

Wandi PP • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB
Komunitas pencinta durian menggelar Sarasehan Durian menghadirkan narasumber berpengalaman pada ajang Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di Pontianak, Sabtu (18/7). (WANDI/PONTIANAK POST)
Komunitas pencinta durian menggelar Sarasehan Durian menghadirkan narasumber berpengalaman pada ajang Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di Pontianak, Sabtu (18/7). (WANDI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Komunitas pecinta durian bersama para akademisi, praktisi pertanian, dan pekebun menggelar sarasehan durian dalam rangkaian Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di Pontianak, Sabtu (18/7).

Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai teknik budidaya durian, mulai dari pemupukan, pemilihan bibit, hingga strategi pengembangan durian unggul di Kalimantan Barat.

Manager Area PT Meroke Tetap Jaya, Soni Ardiansyah, mengatakan masih banyak pekebun durian lokal yang ragu memberikan pupuk pada tanaman mereka. Menurutnya, anggapan bahwa durian tidak perlu dipupuk perlu diluruskan melalui edukasi kepada petani.

Baca Juga: Festival Durian Jadi Andalan, Pemkot Pontianak Bidik Event Wisata Agro Masuk Agenda Tahunan yang Datangkan Banyak Turis

"Masih banyak durian lokal yang takut diberikan pupuk, baik NPK maupun jenis pupuk lainnya. Yang harus dipahami adalah pemupukan harus disesuaikan dengan hasil produksi pohon. Unsur hara yang keluar bersama buah yang dipanen minimal harus dikembalikan lagi ke dalam tanah," katanya.

Ia menjelaskan, pemupukan tanaman durian tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Petani perlu mengetahui tingkat produksi setiap pohon agar dosis pupuk yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

"Pemupukan durian tidak sesederhana memberikan pupuk begitu saja. Kita harus mengetahui berapa produksi yang dihasilkan setiap pohon sehingga kebutuhan unsur haranya bisa dihitung dengan tepat," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pekebun Durian Indonesia (APDI), Tomas Haryyanto Sumitaro, menyoroti masih minimnya penggunaan pupuk pada kebun durian lokal. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah tingginya biaya pupuk yang harus ditanggung petani.

Baca Juga: Saat Harga Durian Anjlok, Lempok Durian Sukadana Berpeluang Jadi Produk Unggulan: Petani Minta Dukungan Pemerintah

"Biaya pupuk masih menjadi kendala utama. Di sisi lain kita memiliki kawasan yang luas untuk pengembangan durian, sehingga perlu strategi yang tepat agar usaha tani tetap menguntungkan," katanya.

Ia juga menilai Kalimantan Barat memiliki potensi besar sebagai sentra durian, namun hingga kini masih membutuhkan pengembangan varietas unggul yang mampu bersaing di pasar.

"Kalimantan Barat belum memiliki durian unggul yang benar-benar menjadi identitas daerah. Karena itu pemilihan bibit harus menjadi perhatian, terutama batang bawah yang sangat menentukan pertumbuhan tanaman," jelasnya.

Menurut Tomas, keberhasilan berkebun durian tidak hanya bergantung pada kualitas bibit, tetapi juga strategi budidaya yang tepat sejak awal penanaman hingga perawatan tanaman.

"Berusaha di sektor durian harus memiliki strategi, mulai dari memilih bibit, menanam, merawat, hingga memasarkan hasil panen," ujarnya.

Pengamat durian, Prof. Dr. Saiful Anwar, M.Si, mengatakan setiap bibit durian memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda sesuai kondisi lahan. Ia menilai tanaman durian tetap dapat dibudidayakan di lahan gambut, meski memerlukan penanganan khusus.

"Di tanah gambut durian tetap bisa hidup. Namun dibutuhkan kerja keras dan teknik budidaya yang tepat agar tanaman mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang baik," katanya.

Baca Juga: Ini Dia 10 Varietas Durian Terbaik Kalimantan Barat: Potensi Mendunia, Siap Bidik Pasar Ekspor

Sementara itu, Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si, menekankan pentingnya kondisi lingkungan dalam mendukung pertumbuhan tanaman durian. Menurutnya, durian membutuhkan intensitas sinar matahari yang cukup untuk tumbuh optimal.

Selain itu, ia menjelaskan sistem budidaya secara beragam atau agroforestri juga memberikan manfaat bagi keseimbangan ekosistem.

"Pohon durian memerlukan penyinaran matahari yang cukup panjang. Dari sisi ekosistem juga akan lebih baik apabila durian ditanam bersama tanaman buah lainnya seperti manggis dan langsat dalam satu kawasan karena dapat menciptakan lingkungan yang lebih seimbang," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap semakin banyak pekebun durian yang menerapkan teknik budidaya berdasarkan ilmu pengetahuan sehingga produktivitas dan kualitas durian lokal, khususnya di Kalimantan Barat, dapat terus meningkat sekaligus mampu melahirkan varietas unggul yang memiliki daya saing di tingkat nasional.

Baca Juga: Mengapa Durian Dijuluki Raja Buah? Ini Alasan Ilmiah dan Manfaatnya bagi Tubuh

"Durian lokal Kalimantan Barat diharapkan mampu melahirkan varietas unggul yang memiliki daya saing di tingkat nasional," harapnya. (wan)

Editor : Miftahul Khair
Durian Kalbar Pameran Flora dan Fauna Pontianak pencinta durian sarasehan