Dari Kerupuk Anai hingga Pekong Tua, Kreator Konten Kenalkan QRIS Sambil Promosikan Wisata Sungai Kakap

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:55 WIB
Peserta sedang melihat secara langsung tahapan produksi kerupuk di Sungai Kakap, hingga 
membantu pekerja mengangkat kerupuk yang dijemur di halaman rumah produksi (NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST)
Peserta sedang melihat secara langsung tahapan produksi kerupuk di Sungai Kakap, hingga  membantu pekerja mengangkat kerupuk yang dijemur di halaman rumah produksi (NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Edukasi mengenai transaksi digital tidak harus selalu disampaikan secara formal. Bagi peserta QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026, pendekatan melalui konten kreatif di media sosial dinilai lebih efektif menjangkau masyarakat, terutama generasi muda.

Peserta QJI 2026, Florentini Deliana Winki, mengatakan strategi soft selling menjadi cara yang dipilih timnya dalam mengampanyekan penggunaan QRIS selama mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat.

"Strateginya menggunakan soft selling. Kontennya dibuat lebih ringan, menarik, dan tidak terasa seperti sedang beriklan. Sekarang masyarakat lebih suka konten seperti itu," ujarnya saat ditemui pada pelaksanaan hari ketiga QJI di Sungai Kakap, Sabtu (18/7).

Baca Juga: Tak Hanya Promosikan QRIS, Peserta Jelajah Kuliner Kalbar Ajak Masyarakat Singkawang Cinta dan Paham Rupiah

Menurut Florentini, generasi muda memiliki keunggulan karena mampu memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan TikTok untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Sebagai anak muda kami punya platform yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang QRIS. Kami juga melihat Bank Indonesia memberi ruang bagi anak muda untuk berkarya sekaligus mengedukasi masyarakat," katanya.

Florentini yang kini berprofesi sebagai kreator konten dan musisi mengikuti QJI bersama dua rekannya. Nama timnya, Sipscan. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, mereka telah menjalankan misi di Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya, Sungai Kakap.

Pada hari keempat, para peserta tiba di kawasan Sungai Kakap sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka terlebih dahulu mendokumentasikan aktivitas di Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Ti sebagai salah satu destinasi yang menjadi bagian dari misi. Setelah itu, rombongan berjalan menuju dermaga Sungai Kakap dengan melintasi kawasan tempat pelelangan ikan yang menjadi pusat aktivitas nelayan setempat.

Baca Juga: Bank Indonesia Kalbar Gandeng Konten Kreator Kenalkan QRIS Lewat Jelajah Kuliner Khas Daerah

Dari dermaga tersebut, peserta diberi waktu sekitar 30 menit untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan misi ke sejumlah titik yang telah ditentukan panitia.

Perjalanan kemudian berlanjut dengan melintasi Jembatan Bintang Tujuh yang membelah Muara Sungai Kakap. Di seberang jembatan, peserta mengunjungi sentra produksi Kerupuk Anai.

Mereka tidak hanya mendokumentasikan proses pembuatan, tetapi juga melihat secara langsung tahapan produksi, mulai dari penyayatan ikan, pemisahan daging untuk diolah menjadi adonan kerupuk, hingga proses pengukusan di dapur produksi.

Bahkan, sejumlah peserta ikut membantu pekerja mengangkat kerupuk yang dijemur di halaman rumah produksi sebagai bagian dari pengalaman yang kemudian diabadikan dalam konten mereka.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Warung Pak Tie dan Kedai Amoi yang menyajikan kuliner khas Sungai Kakap. Di kedua lokasi tersebut, peserta kembali menjalankan misi dengan memperkenalkan pembayaran menggunakan QRIS sembari mengangkat kekayaan kuliner lokal melalui konten media sosial.

Destinasi berikutnya adalah Kedai Asam Pedas Muara sebelum rombongan menuju Klenteng Xuan Wu Zhen Tan, salah satu pekong tua yang berada di kawasan Muara Kakap. Untuk mencapai lokasi tersebut, peserta menaiki kapal wisata menyusuri perairan Sungai Kakap sambil menikmati panorama matahari terbenam.

Di lokasi itu, mereka juga berbincang dengan penjaga klenteng untuk menggali cerita mengenai sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga: Naik Speedboat hingga Belanja Kuliner, Cara Unik BI Kalbar Kenalkan QRIS Lewat Kreator Konten

Menurut Florentini, pengalaman terjun langsung ke lapangan membuat konten yang diproduksi terasa lebih hidup sekaligus memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.

Selama mengikuti kegiatan, ia juga melihat penggunaan QRIS, sebagai contoh di Singkawang sudah cukup merata, terutama di sektor kuliner. Sebagian besar pelaku usaha yang ditemui mengaku pembayaran digital membuat transaksi lebih praktis karena seluruh pembayaran tercatat secara otomatis.

Namun, kondisi berbeda masih dijumpai di Pasar Puring, Siantan, Kota Pontianak. Menurutnya, sejumlah pedagang masih belum mengenal QRIS maupun cara memperoleh barcode pembayaran.

Baca Juga: Bayar PBB-P2 di Pontianak Kini Makin Mudah Lewat QRIS Saat Car Free Day

"Masih ada pedagang yang belum tahu apa itu QRIS dan bagaimana cara membuatnya. Di situ kami ikut memberikan edukasi sekaligus menjelaskan bagaimana mereka bisa memiliki QRIS," ujarnya.

Koordinator Utama QRIS Jelajah Indonesia 2026 Kalimantan Barat yang juga Analis Yunior Unit Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Maulana Ryan Nurfadila, mengatakan kreativitas peserta menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi peserta. Konten-konten yang mereka buat inovatif, konsepnya segar, kreatif, dan sangat menarik. Karena mereka konten kreator, cara penyampaiannya juga lebih mudah diterima masyarakat," katanya.

Maulana menambahkan, konsep QJI tidak hanya memperkenalkan transaksi digital, tetapi juga mengangkat potensi wisata, budaya, dan kuliner daerah melalui karya para peserta. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat edukasi mengenai sistem pembayaran digital tidak terasa menggurui, melainkan menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari masyarakat.

Rangkaian QRIS Jelajah Indonesia 2026 akan mencapai puncaknya pada Minggu, 19 Juli 2026, di halaman Museum Kalimantan Barat. (mse)

Editor : Miftahul Khair
QRIS Jelajah Kuliner Kalbar 2026 kreator konten QRIS Jelajah Indonesia bank indonesia