Beauty Arena dan BKKBN Kalbar Bekali Lansia Keterampilan Meracik Minyak Rempah dan Refleksi Kaki

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB
Pelatihan meracik minyak rempah sekaligus mempelajari teknik dasar terapi refleksi kaki bagi para lansia yang digelar di Posyandu Beringin, Jalan Beringin Gang Beringin 3, Kota Pontianak, Rabu (22/7). (SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST)
Pelatihan meracik minyak rempah sekaligus mempelajari teknik dasar terapi refleksi kaki bagi para lansia yang digelar di Posyandu Beringin, Jalan Beringin Gang Beringin 3, Kota Pontianak, Rabu (22/7). (SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Sebanyak 35 lansia aktif dari Sekolah Lansia Beringin mengikuti pelatihan meracik minyak rempah sekaligus mempelajari teknik dasar terapi refleksi kaki di Posyandu Beringin, Jalan Beringin Gang Beringin 3, Kota Pontianak, Rabu (22/7).

Workshop bertajuk "Pemberdayaan Lansia: Keterampilan Meracik Minyak Rempah dan Terapi Refleksi Kaki" menghadirkan Cut Nasruli Azaria dari Beauty Arena Aesthetic Clinic sebagai pemateri yang memiliki latar belakang diploma di bidang cosmetology. 

Selain mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, para peserta, baik perempuan maupun laki-laki, diajak mempraktikkan langsung pembuatan minyak urut berbahan rempah. Bahan yang digunakan antara lain minyak kelapa, kunyit, jahe, kencur, lengkuas, akar pinang, akar bambu, daun pandan, daun kemangi, daun jeruk, kapulaga, hingga bunga lawang.

Baca Juga: DWP dan BKKBN Kalbar Perkuat Kualitas TPA Lewat Program Tamasya Nasional

"Tema workshop hari ini itu pemberdayaan lansia. Itu meracik minyak rempah dari rempah Indonesia, dan terapi kaki dasar,” ungkap Cut Nasruli Azaria.

Selain meracik minyak rempah, pemateri juga mengajarkan teknik dasar refleksi kaki dengan mengenalkan titik-titik refleksi pada telapak kaki kepada para peserta.

“Semoga ibu-ibunya memahami titik-titiknya, setidaknya bisa jadi pertolongan pertama di rumah. Kalau ada pegal linu atau keseleo, mungkin di rumah bisa dipakai minyaknya yang tadi kita buat," katanya.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Eriza Wahyuhandani, mengatakan selama ini lansia masih kerap dipandang sebagai kelompok yang tidak lagi produktif seiring bertambahnya usia. 

Baca Juga: Sekda Kalbar Apresiasi Dedikasi Nuryamin Pimpin BKKBN Sebelum Pindah Tugas

Melalui program prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA), BKKBN berupaya mengubah stigma tersebut dengan mendorong lahirnya Lansiapreneur, yakni lansia yang tetap produktif dan memiliki daya saing melalui pengembangan keterampilan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Dalam kegiatan tersebut, BKKBN Kalbar menggandeng Beauty Arena Aesthetic Clinic yang memiliki keahlian di bidang kecantikan dan refleksiologi. Kemitraan ini dipilih karena keterampilan seperti meracik minyak pijat dan terapi refleksi dinilai sesuai dengan kemampuan fisik lansia serta berpotensi menjadi aktivitas yang bernilai ekonomi.

"Lansia ini untuk tenaga terbatas, produktivitas terbatas. Keterampilan yang paling bisa untuk dilakukan oleh para lansia adalah keterampilan seperti untuk refleksi, untuk membuat media dari minyak pijat sebagai media refleksinya, dan juga keterampilan pijat yang dasar,” ujar Eriza.

Melalui workshop ini, para peserta diharapkan mampu mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari di rumah, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha.

Dengan pendampingan dari BKKBN Kalbar dan Beauty Arena Aesthetic Clinic, minyak rempah yang diracik para lansia diharapkan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan.

“Selain bisa diterapkan untuk dirinya sendiri, nantinya juga bisa diterapkan untuk keluarga dan juga ke depan bisa menjadi sumber pendapatan bagi lansia tersebut," pungkas Eriza. (sti/ser)

Editor : Miftahul Khair
beauty arena pelatihan refleksi lansia bkkbn kalbar