PONTIANAK POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan 20 mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut diharapkan mempercepat respons pemadaman di wilayah rawan kebakaran sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon.
Penyerahan bantuan dilakukan di Pontianak, Selasa (4/8), sebagai bagian dari penguatan kapasitas petugas di tingkat tapak agar penanganan karhutla menjadi lebih cepat dan efektif.
Baca Juga: Antisipasi Asap Karhutla Menyeberang ke Malaysia, DLHK Provinsi Kalbar Siapkan Langkah Antisipasi
Enam KPH Terima Bantuan Mesin Pemadam
Kepala DLHK Kalimantan Barat Adi Yani mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat lapangan untuk menghadapi ancaman karhutla yang setiap tahun meningkat saat musim kemarau.
"Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi karhutla yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon," kata Adi Yani.
Enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) KPH yang menerima bantuan meliputi KPH Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.
Peralatan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan masing-masing KPH untuk mendukung penanganan karhutla di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kesiapsiagaan Peralatan Jadi Kunci Respons Cepat
Adi Yani meminta seluruh kepala KPH dan operator pompa memastikan mesin pemadam dirawat secara berkala agar selalu dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi kebakaran.
Menurutnya, kesiapan peralatan menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemadaman, terutama ketika musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Karhutla Berdampak pada Hutan dan Emisi Karbon
Selain merusak kawasan hutan, Adi Yani mengingatkan karhutla juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan.
Ia menilai pengalaman menghadapi kebakaran hutan dan lahan berskala besar pada 1997 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat kapasitas pemadaman, meningkatkan kemampuan personel, serta memperketat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Didukung Pendanaan REDD+ Green Climate Fund
Program pengadaan mesin pemadam tersebut merupakan bagian dari kegiatan penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini didanai melalui skema Results-Based Payment REDD+ Green Climate Fund (GCF) dengan pengelolaan dana oleh Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan penyaluran melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan bantuan mesin pemadam menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.
"Bantuan mesin pemadam api menjadi langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan petugas di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan karhutla."
Baca Juga: Titik Api Diduga Masuk Area Izin Sawit, DLHK Kalbar Lakukan Verifikasi
Keberhasilan Tekan Emisi Jadi Dasar Dukungan Pendanaan
Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar Hairil Anwar mengatakan keberhasilan Kalimantan Barat dalam menekan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan menjadi dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk memperkuat program mitigasi perubahan iklim.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya memperkuat upaya pencegahan karhutla, tetapi juga meningkatkan kapasitas pengelolaan kawasan hutan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai.
Penguatan KPH Diharapkan Lindungi Masyarakat dan Lingkungan
Penguatan peralatan di enam KPH diharapkan meningkatkan kemampuan petugas dan kelompok Masyarakat Peduli Api dalam merespons kebakaran sejak dini sehingga dampak terhadap masyarakat, kawasan hutan, kualitas udara, serta lingkungan dapat diminimalkan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui pencegahan karhutla dan perlindungan ekosistem hutan.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara